5 Makanan Pemicu Kerusakan Ginjal, Nomor Tiga Paling Sering Dikonsumsi

AKURAT JAKARTA - Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah, membuang sisa metabolisme, hingga menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh.
Namun pola makan yang tidak sehat dapat membuat ginjal kamu bekerja lebih keras dan mengalami gangguan dalam jangka panjang.
Meski Penyakit Ginjal Kronis (PGK) tidak bisa disembuhkan, kondisi ini bisa dikendalikan dengan pola konsumsi yang tepat.
Baca Juga: Dapur Aman Dimulai dari Spatula, Tips Penting Agar Kamu Tak Salah Pilih
Beberapa jenis makanan ternyata dapat meningkatkan tekanan darah, membebani organ penyaring, bahkan memicu penumpukan limbah berbahaya.
1. Keripik dan Chiki
Camilan kemasan seperti keripik dan chiki termasuk makanan ultra-olahan yang kaya garam, lemak tidak sehat, dan bahan tambahan.
Baca Juga: Daftar Destinasi 2026 yang Mengejutkan Berdasarkan Data Pemesanan Dunia
Penelitian tahun 2022 menemukan bahwa konsumsi UPF dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal hingga 24%.
Kandungan natriumnya memaksa ginjal bekerja ekstra dan mempercepat kerusakan pembuluh darah.
Kamu jauh lebih aman jika mengutamakan makanan utuh dan segar.
Baca Juga: Lima Buah Ajaib untuk Kendalikan Asam Urat Secara Alami
2. Sosis
Daging merah dan produk olahan seperti sosis, bacon, atau daging asap memuat lemak jenuh serta protein hewani yang sulit diproses ginjal.
Studi skala besar menunjukkan bahwa konsumsi protein hewani tinggi meningkatkan risiko PGK dan gagal ginjal.
Baca Juga: Ternyata Ini Spot Instagramable Terbaik di Penang, Bikin Foto Kamu Makin Aesthetic
Menggantinya dengan protein nabati seperti kacang-kacangan atau lentil akan lebih menyehatkan.
3. Makanan Tinggi Garam
Makanan asin memaksa ginjal menahan lebih banyak cairan dan memicu tekanan darah tinggi.
Laporan CDC menyebutkan bahwa 75% asupan garam masyarakat AS berasal dari makanan olahan, bukan garam dapur.
Mengurangi garam tersembunyi bisa membantu mencegah kerusakan ginjal progresif.
4. Soda dan Minuman Manis
Baca Juga: Langka, Dua Bunga Rafflesia Arnoldii Mekar Serempak di Rejang Lebong
Rutin minum soda—baik dengan gula maupun pemanis buatan—dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Kandungan fosfat, gula, dan sifat asam minuman ini juga meningkatkan risiko batu ginjal.
Mengganti minuman manis dengan air putih atau teh herbal adalah pilihan terbaik untuk jangka panjang.
Baca Juga: Bikin Tubuh Lebih Enteng, Berikut ini Daftar 9 Buah untuk Jaga Kebersihan Usus
5. Makanan Tinggi Fosfor
Keju oles, daging olahan, makanan panggang, atau soda sering mengandung aditif fosfor.
Jika dikonsumsi terus-menerus, fosfor berlebih bisa menimbulkan gangguan mineral, kerusakan tulang, dan menurunkan fungsi ginjal.
Baca Juga: Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Mencuci Beras di Panci Rice Cooker, Kamu Wajib Tahu
Para peneliti menyarankan kamu selalu memeriksa label makanan terutama jika sudah memiliki risiko PGK. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






