Jakarta

Keseringan Latihan Breakdance, Seorang Pria Alami Penyakit Serius dengan Benjolan di Ubun-ubun hingga Alami Kerontokan

Saeful Anwar | 15 Oktober 2024, 11:32 WIB
Keseringan Latihan Breakdance, Seorang Pria Alami Penyakit Serius dengan Benjolan di Ubun-ubun hingga Alami Kerontokan


AKURAT JAKARTA - Seorang penari breakdancer berusia 30-an yang telah berlatih head-spinning selama sekitar 19 tahun mengalami benjolan yang menonjol dan nyeri di atas kepalanya.

Menurut sebuah studi kasus medis yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal BMJ Case Reports, gerakan memutar kepala sebagai bagian dari latihan breakdance dapat menyebabkan benjolan tanpa rambut di kepala praktisi.

Dikenal juga sebagai "headspin holes" di antara para breakdancer, benjolan kepala ini terkadang dikaitkan dengan kerontokan rambut dan juga terasa sakit.

Baca Juga: Pratiwi Noviyanthi Sentil Istri Agus Salim yang Cuma Pakai Uang Donasi Rp900 Ribu Dari Total 1,5 M Untuk Berobat

Dalam kasus yang baru-baru ini didokumentasikan, pasien, seorang pria berusia 30-an yang telah memasukkan gerakan memutar kepala sebagai bagian dari latihan breakdance-nya selama 19 tahun terakhir, melaporkan gerakan memutar kepalanya selama sekitar dua hingga tujuh menit, sekitar lima kali seminggu.

Dia menyadari adanya benjolan tersebut beberapa waktu lalu tetapi memberi tahu dokter bahwa benjolan tersebut telah membesar dan nyeri saat disentuh dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Lee Jin Ho 'Knowing Bros' Akui Tak Bisa Bayar Hutang ke Jimin BTS Akibat Kecanduan Judi Online

Dikenal sebagai "breakdancer overuse syndrome" kondisi aneh yang terkait dengan tarian breakdance ini jarang didokumentasikan secara ilmiah.

Akan tetapi tampaknya sangat dikenal di kalangan penari breakdance, meskipun prevalensinya di kalangan praktisi masih belum diketahui.

Baca Juga: 30 Artis Siap Goyang Uptown Mall BSB City Semarang pada 9 dan 10 November, Ini Daftar Line Up dan Jadwal Manggung

Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa dari 100 penari breakdance yang disurvei, 31% mengalami kerontokan rambut dan 24% mengalami benjolan tanpa rasa sakit di kepala mereka, sementara 37 dari mereka mengalami peradangan kulit kepala.

Penelitian terbatas pada apa yang disebut “headspin hole” menunjukkan bahwa berlatih head-spin lebih dari tiga kali seminggu, bahkan hanya beberapa menit, memiliki risiko kerontokan rambut yang tinggi, dibandingkan dengan berlatih gerakan tersebut lebih jarang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.