Jangan Sampai Dietmu Berantakan, 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Jika Sedang Jalani Intermitten Fasting

AKURAT JAKARTA - Saat menjalani intermittent fasting (IF), penting untuk menghindari beberapa jenis makanan yang dapat menghambat manfaat kesehatan yang diinginkan, seperti penurunan berat badan atau peningkatan kesehatan metabolik.
Makanan yang tidak disarankan umumnya memiliki kandungan tinggi kalori, gula, lemak jenuh, dan olahan, yang dapat mengganggu hasil diet.
Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari:
1. Makanan Olahan
Fast food seperti burger, kentang goreng, dan pizza mengandung banyak lemak jenuh, natrium, dan kalori tinggi yang bisa merusak diet Anda.
Cemilan olahan: Makanan seperti keripik, biskuit, dan snack kemasan biasanya tinggi kalori, rendah nutrisi, dan mengandung bahan kimia tambahan yang tidak baik bagi tubuh.
2. Gula Tambahan
Minuman manis: Soda, minuman energi, atau jus kemasan biasanya mengandung gula tambahan yang tinggi, yang bisa menyebabkan lonjakan insulin dan mengganggu proses pembakaran lemak selama periode puasa.
Baca Juga: Semarak HUT TNI ke-79, Ancol Gratiskan Tiket Masuk untuk Prajurit, Simak Syarat dan Ketentuannya
Permen dan kue-kue manis: Makanan yang tinggi gula cepat dicerna dan membuat Anda merasa lapar lebih cepat, selain meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan resistensi insulin.
3. Karbohidrat Sederhana
Roti putih, pasta, dan nasi putih: Jenis karbohidrat ini cepat dicerna dan bisa menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat, diikuti dengan penurunan drastis yang membuat tubuh merasa lapar lebih cepat.
Sereal manis dan kue-kue: Produk ini biasanya tinggi gula dan rendah serat, membuatnya tidak ideal untuk dikonsumsi saat IF.
4. Lemak Trans dan Lemak Jenuh
Makanan gorengan: Mengandung lemak trans yang sangat tidak sehat dan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan obesitas.
Mentega, margarin, atau produk yang menggunakan minyak terhidrogenasi: Makanan ini tinggi lemak jenuh dan trans yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
5. Minuman Berkalori Tinggi
Minuman beralkohol: Alkohol tidak hanya tinggi kalori, tetapi juga dapat memperlambat proses pembakaran lemak dan menurunkan kualitas tidur, yang sangat penting selama menjalani diet IF.
Milkshake dan smoothies tinggi gula: Meski smoothies bisa sehat, banyak dari varian komersialnya mengandung tambahan gula atau sirup yang berlebihan, membuatnya tinggi kalori.
6. Makanan yang Mengandung Banyak Garam
Makanan kalengan atau olahan: Kandungan natrium tinggi dalam makanan ini dapat menyebabkan retensi air, yang berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan tekanan darah tinggi.
Baca Juga: BMKG: Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Dominan Cerah Berawan
Daging olahan: Seperti sosis, bacon, dan daging kalengan mengandung banyak garam serta bahan pengawet yang tidak sehat.
7. Makanan Cepat Dicerna yang Membuat Lapar Cepat
Makanan ringan tinggi kalori tapi rendah serat: Makanan seperti keripik kentang atau crackers manis cepat dicerna, menyebabkan lonjakan gula darah diikuti dengan rasa lapar yang lebih cepat, sehingga sulit mempertahankan kontrol asupan kalori.
Kesimpulan
Hindari makanan yang tinggi gula, lemak jenuh, dan olahan selama jendela makan Anda dalam intermittent fasting.
Sebagai gantinya, pilih makanan yang kaya nutrisi seperti sayuran, biji-bijian utuh, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat agar tubuh tetap berenergi dan mendapatkan manfaat optimal dari pola makan intermittent fasting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









