6 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Menjalani Intermitten Fasting, Pejuang Diet Merapat!

AKURAT JAKARTA - Saat menjalani intermittent fasting (IF), penting untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan mendukung kesehatan selama jendela makan terbuka.
Makanan ini harus mengandung keseimbangan yang baik antara protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks agar tubuh tetap berenergi, kenyang, dan mendapatkan nutrisi yang cukup.
Berikut adalah beberapa jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi:
1. Protein Berkualitas Tinggi
Baca Juga: Datang ke Synchronize Fest 2024, Simak Tips Nyaman Nonton Festival Musik
Protein membantu memperbaiki dan membangun jaringan tubuh serta membuat kenyang lebih lama.
Telur: Sumber protein dan lemak sehat yang baik untuk sarapan.
Daging tanpa lemak: Ayam, kalkun, atau daging sapi rendah lemak memberikan protein yang penting.
Ikan dan makanan laut: Salmon, tuna, dan ikan lainnya kaya akan omega-3 dan protein berkualitas tinggi.
Baca Juga: Mengenal Diet Intermitten Fasting: Metode, Manfaat, Risiko dan Pertimbangan
Tahu dan tempe: Sumber protein nabati yang baik, terutama untuk vegetarian.
2. Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks memberikan energi yang stabil dan bertahan lama tanpa menyebabkan lonjakan gula darah.
Biji-bijian utuh: Beras merah, quinoa, gandum utuh, dan oats adalah contoh karbohidrat kompleks yang dapat menjaga tingkat energi tetap stabil.
Kacang-kacangan dan lentil: Sumber karbohidrat kompleks dan serat yang tinggi, juga mengandung protein.
Sayuran bertepung: Ubi jalar dan kentang memberikan sumber karbohidrat yang baik dan serat.
3. Lemak Sehat
Lemak sehat mendukung fungsi otak dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Alpukat: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung.
Minyak zaitun: Lemak sehat yang bisa digunakan dalam masakan atau sebagai dressing salad.
Kacang-kacangan dan biji-bijian: Almond, chia seeds, flaxseeds, dan kacang kenari mengandung lemak sehat serta serat.
4. Sayuran Hijau dan Buah
Sayuran hijau dan buah menyediakan vitamin, mineral, serta serat yang penting untuk menjaga pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Bayam, kale, dan brokoli: Sayuran hijau yang rendah kalori, kaya serat, dan penuh vitamin.
Buah beri: Seperti stroberi, blueberry, dan raspberry, yang rendah gula tapi tinggi antioksidan.
Buah kaya serat: Apel, pir, dan pisang memberikan serat yang baik untuk pencernaan dan menjaga kadar gula darah stabil.
5. Sumber Serat
Serat membantu menjaga pencernaan tetap lancar dan meningkatkan rasa kenyang.
Sayuran non-bertepung: Seperti wortel, timun, atau zucchini, yang rendah kalori tapi tinggi serat.
Biji chia dan biji rami: Sumber serat yang baik dan bisa dicampur ke dalam smoothies atau oatmeal.
6. Cairan dan Minuman
Baca Juga: Resep Sayur Oyong Segar, Masakan Sederhana Tapi Menyehatkan, Cara Bikinnya Simpel Banget
Menjaga hidrasi sangat penting selama menjalani intermittent fasting.
Air putih: Pastikan untuk minum cukup air sepanjang hari, terutama selama periode puasa.
Teh herbal: Minuman tanpa kafein yang bisa menenangkan sistem pencernaan.
Kopi hitam atau teh tanpa gula: Pilihan yang baik selama periode puasa, karena rendah kalori dan bisa membantu menekan rasa lapar.
Tips Tambahan
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan S Parman Slipi Jakarta Barat, Pemotor Tewas Tabrak Pohon dan Pembatas Jalan
Batasi makanan olahan dan gula selama jendela makan. Makanan seperti ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis dan rasa lapar yang lebih cepat.
Perhatikan porsi agar tidak makan berlebihan saat jendela makan, karena hal ini bisa mengurangi manfaat intermittent fasting.
Dengan mengonsumsi makanan bergizi seperti ini, tubuh akan mendapatkan energi yang stabil dan kesehatan secara keseluruhan tetap terjaga saat menjalani intermittent fasting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







