Bagaimana Proses Seseorang Bisa Merasakan Mimpi? Simak Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Mimpi terjadi sebagai hasil dari aktivitas otak selama tidur, terutama selama tahap tidur yang disebut Rapid Eye Movement (REM).
Proses ini melibatkan berbagai bagian otak yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan pengalaman mimpi.
Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang bagaimana seseorang bisa merasakan mimpi:
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Kebiasaan Begadang, Agar Tubuh Lebih Sehat dan Produktivitas di Esok Hari
1. Tahapan Tidur
- Tidur Non-REM (NREM): Tidur dimulai dengan tahap NREM yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tidur ringan, tidur yang lebih dalam, dan tidur yang paling dalam.
Selama tahap ini, tubuh memperbaiki diri dan memulihkan energi, tetapi mimpi jarang terjadi.
- Tidur REM: Setelah melewati tahap NREM, tidur berlanjut ke tahap REM.
Baca Juga: 3 Dampak Buruk dari Begadang yang Sering Dilupakan Banyak Orang
Pada tahap ini, aktivitas otak meningkat hampir mendekati level saat bangun, namun otot-otot tubuh mengalami atonia (kehilangan tonus otot) yang membuat tubuh hampir sepenuhnya tidak bergerak.
Mimpi paling intens dan jelas biasanya terjadi selama tahap REM ini.
2. Aktivitas Otak Selama REM
Baca Juga: Jangan Ketinggalan, Ada Pop Up Store ISAGO di Senayan City: Catat Tanggalnya, Banyak Promo Menarik
Selama tidur REM, bagian otak yang terlibat dalam pemrosesan informasi dan emosi, seperti korteks prefrontal dan amigdala, menjadi sangat aktif.
Korteks prefrontal yang bertanggung jawab atas logika dan penalaran lebih sedikit aktif selama REM, yang bisa menjelaskan mengapa mimpi sering kali tampak aneh atau tidak logis.
Hipokampus, yang terkait dengan memori, juga berperan, yang memungkinkan unsur-unsur dari pengalaman atau ingatan sehari-hari muncul dalam mimpi.
3. Pembentukan dan Pengalaman Mimpi
Asosiasi Longgar: Karena korteks prefrontal kurang aktif, mimpi sering kali terbentuk dari asosiasi bebas antara berbagai pikiran, emosi, dan ingatan.
Ini menyebabkan mimpi sering kali tidak memiliki alur cerita yang koheren.
Visualisasi: Bagian otak yang memproses visual, terutama lobus oksipital, sangat aktif selama REM, yang membuat mimpi tampak sangat visual dan kadang-kadang terasa nyata.
4. Peran Neurotransmitter
Acetylcholine dan dopamine adalah neurotransmitter yang berperan penting selama tidur REM.
Acetylcholine membantu mengaktifkan daerah otak yang memungkinkan pemrosesan mimpi, sementara dopamine mungkin berkontribusi pada sensasi dan perasaan intens yang sering dirasakan dalam mimpi.
5. Ingat atau Lupa Mimpi
Seseorang lebih mungkin mengingat mimpi jika terbangun selama atau tepat setelah tidur REM.
Jika tidak, mimpi tersebut mungkin cepat terlupakan karena otak lebih fokus pada transisi dari tidur ke bangun daripada menyimpan detail mimpi.
Kesimpulan
Mimpi adalah hasil dari kombinasi kompleks aktivitas otak selama tidur REM, termasuk pemrosesan ingatan, emosi, dan persepsi visual.
Meskipun mimpi bisa terasa sangat nyata, mereka sering kali tidak masuk akal karena bagian otak yang biasanya mengontrol logika dan realitas kurang aktif selama tahap ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







