Jakarta

Yang Sedang Diet Wajib Catat! Mengurangi Porsi Makan Ternyata Tidak Bisa Bikin Kurus Malah Bisa Naikkan Berat Badan dan Memperburuk Metabolisme

Saeful Anwar | 30 Juli 2024, 13:52 WIB
Yang Sedang Diet Wajib Catat! Mengurangi Porsi Makan Ternyata Tidak Bisa Bikin Kurus Malah Bisa Naikkan Berat Badan dan Memperburuk Metabolisme


AKURAT JAKARTA - Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, bukan hanya mengurangi makanan saja yang bisa dilakukan.

Mengurangi makanan sering dianggap sebagai metode yang efektif dalam menurunkan berat badan.

Padahal mengurangi makanan bisa memperlambat metabolisme tubuh sehingga akan semakin sulit menurunkan berat badan.

Baca Juga: Mengenal Sedot Lemak, Simak Manfaat dan Risikonya untuk Tubuh

Dr. Rituja Ugalmugle, Penyakit Dalam, Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai Central menjelaskan saat kita mengurangi asupan kalori secara signifikan, tubuh mungkin memasuki mode kelaparan, mekanisme bertahan hidup yang berevolusi untuk menghemat energi selama masa kekurangan makanan.

"Mode ini memperlambat metabolisme Anda untuk menjaga simpanan lemak, sehingga lebih sulit untuk menurunkan berat badan dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan penambahan berat badan karena tubuh menjadi lebih efisien dalam menyimpan energi yang diterimanya," katanya.

Selain itu mengurangi asupan makan secara signifikan bisa mengakibatkan hilangnya masa otot.

Baca Juga: HAPPI Bakal Gelar Sertifikasi Keahlian, Duet Rasman Manafi dan Iwan Alkadrie Siap Bantu Pemerintah terkait Pengelolaan Pesisir

Penurunan metabolisme yang terjadi akibat pengurangan asupan makanan ini artinya justru akan membakar lebih sedikit kalori sepanjang hari.

Kemudian setelah itu maka penurunan berat badan akan lebih sulit dan sebaliknya bisa terjadi kenaikan berat badan.

Dr. Rituja juga menerangkan bahwa pola makan yang ketat bisa berakibat kekurangan nutrisi penting dan tentu saja mengganggu fungsi tubuh yang normal.

Kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, terutama hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Baca Juga: Lanjutan Kasus Selebgram yang Tewas Usai Sedot Lemak, Ternyata Klinik WSJ Beauty Pernah Dilaporkan Dengan Kasus Serupa Pada 2023

Ketidakseimbangan hormon inilah yang nantinya dapat meningkatkan rasa lapar atau keinginan makan berlebihan, yang selanjutnya menyebabkan penambahan berat badan.

Diet yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan stres secara mental dan emosional dan meningkatkan produksi kortisol, hormon yang terkait dengan penambahan berat badan, terutama di bagian perut.

Kadar kortisol yang tinggi dapat mendorong tubuh untuk menyimpan lemak, terutama lemak visceral.

Baca Juga: Ini 29 Rute Mikrotrans yang Berhenti Beroperasi, Transjakarta Gerak Cepat Tambah Armada

Mengurangi makan juga dapat mengurangi pengeluaran energi lebih dari yang diharapkan berdasarkan asupan kalori yang disebut dengan proses termogenesis adaptif.

Sehingga metode mengurangi makan ini tidak signifikan dalam menurunkan berat badan, dan sebaliknya justru dapat menyebabkan berbagai masalah metabolisme dalam tubuh akibat kekurangan nutrisi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.