Yang Sedang Diet Wajib Catat! Mengurangi Porsi Makan Ternyata Tidak Bisa Bikin Kurus Malah Bisa Naikkan Berat Badan dan Memperburuk Metabolisme

AKURAT JAKARTA - Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, bukan hanya mengurangi makanan saja yang bisa dilakukan.
Mengurangi makanan sering dianggap sebagai metode yang efektif dalam menurunkan berat badan.
Padahal mengurangi makanan bisa memperlambat metabolisme tubuh sehingga akan semakin sulit menurunkan berat badan.
Baca Juga: Mengenal Sedot Lemak, Simak Manfaat dan Risikonya untuk Tubuh
Dr. Rituja Ugalmugle, Penyakit Dalam, Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai Central menjelaskan saat kita mengurangi asupan kalori secara signifikan, tubuh mungkin memasuki mode kelaparan, mekanisme bertahan hidup yang berevolusi untuk menghemat energi selama masa kekurangan makanan.
"Mode ini memperlambat metabolisme Anda untuk menjaga simpanan lemak, sehingga lebih sulit untuk menurunkan berat badan dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan penambahan berat badan karena tubuh menjadi lebih efisien dalam menyimpan energi yang diterimanya," katanya.
Selain itu mengurangi asupan makan secara signifikan bisa mengakibatkan hilangnya masa otot.
Penurunan metabolisme yang terjadi akibat pengurangan asupan makanan ini artinya justru akan membakar lebih sedikit kalori sepanjang hari.
Kemudian setelah itu maka penurunan berat badan akan lebih sulit dan sebaliknya bisa terjadi kenaikan berat badan.
Dr. Rituja juga menerangkan bahwa pola makan yang ketat bisa berakibat kekurangan nutrisi penting dan tentu saja mengganggu fungsi tubuh yang normal.
Kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, terutama hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Ketidakseimbangan hormon inilah yang nantinya dapat meningkatkan rasa lapar atau keinginan makan berlebihan, yang selanjutnya menyebabkan penambahan berat badan.
Diet yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan stres secara mental dan emosional dan meningkatkan produksi kortisol, hormon yang terkait dengan penambahan berat badan, terutama di bagian perut.
Kadar kortisol yang tinggi dapat mendorong tubuh untuk menyimpan lemak, terutama lemak visceral.
Baca Juga: Ini 29 Rute Mikrotrans yang Berhenti Beroperasi, Transjakarta Gerak Cepat Tambah Armada
Mengurangi makan juga dapat mengurangi pengeluaran energi lebih dari yang diharapkan berdasarkan asupan kalori yang disebut dengan proses termogenesis adaptif.
Sehingga metode mengurangi makan ini tidak signifikan dalam menurunkan berat badan, dan sebaliknya justru dapat menyebabkan berbagai masalah metabolisme dalam tubuh akibat kekurangan nutrisi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





