Rahasia 5 Nama Makanan Tradisional Jawa, dari Doa hingga Ajaran Hidup yang Tersembunyi

AKURAT JAKARTA - Makanan tradisional Jawa selama ini dikenal lezat dan sarat tradisi.
Namun siapa sangka, beberapa nama makanan tersebut ternyata memiliki filosofi yang mendalam.
Seperti yang diungkapkan kanal YouTube WBIFOODS, ada lima makanan khas Jawa yang namanya merupakan singkatan dan menyimpan pesan moral kehidupan.
Baca Juga: Sudah 25 Tahun! Super Junior Umumkan Album Baru, Ini Detailnya
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa nama-nama makanan ini tidak hanya sekadar label kuliner, tetapi sarat makna yang diwariskan turun-temurun.
Makanan seperti tumpeng, ketupat, lepet, iwel-iwel, hingga lemper memiliki filosofi unik yang menyentuh nilai spiritual dan etika hidup.
1. Tumpeng
Tumpeng ternyata adalah singkatan dari "yen metu kudu mempeng".
Artinya, ketika kita menghadapi dunia luar, kita harus bersungguh-sungguh dan semangat.
“Tumpeng yen metu kudu mempeng memiliki arti ketika kita keluar kita harus bersungguh-sungguh semangat,” jelasnya.
Baca Juga: Olahan Idul Adha Lebih Enak dengan Resep Sapi Lada Hitam, Mudah Bikinnya
2. Ketupat
Ketupat bukan hanya sajian khas Lebaran.
Kata “ketupat” berasal dari "ngaku lepat", atau mengakui kesalahan.
Baca Juga: Wajib Coba! Resep Krengsengan Kambing yang Bikin Lidah Bergoyang
Makna ini memperkuat tradisi saling memaafkan.
“Ketupat ngaku lepat yang memiliki arti kita harus mengakui kesalahan kita,” ujarnya.
3. Lepet
Baca Juga: Resep Iga Kambing Masak Petis, Paduan Unik nan Lezat, Wajib Dicoba Menu Idul Adha
Lepet adalah kependekan dari "elek-e disimpen rapet", yang berarti keburukan atau aib harus dijaga rapat-rapat.
“Lepet elek e disimpen rapet memiliki arti ketika kejelekan kita itu harus disimpan dengan sangat rapat,” ungkapnya.
4. Iwel-iwel
Baca Juga: Konser Gratis Juicy Juicy Luicy Awal Juni 2025 di Jakarta, Datang Yuks Nih Info Waktu dan Lokasinya
Iwel-iwel sering disajikan saat kelahiran bayi.
Namanya dipercaya berasal dari doa Arab "li walidayya", artinya “untuk kedua orang tuaku”.
Filosofinya adalah harapan agar anak tumbuh dekat dengan orang tua dan penuh kasih.
Baca Juga: Resep Ayam Gongso Pedas Manis, Enak Banget Bikin Ketagihan
5. Lemper
Lemper berasal dari singkatan "yen dilem ojo memper", yaitu ketika mendapat pujian, jangan menjadi sombong.
Sebuah pengingat penting untuk tetap rendah hati.
Baca Juga: Resep Oseng Daging Kambing Pedas Manis, Menu Istimewa untuk Keluarga di Momen Idul Adha
Lima makanan sederhana ini mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang tak hanya bisa dinikmati lidah, tapi juga hati dan pikiran.
Dalam balutan kuliner, tersimpan nilai-nilai hidup yang luhur dan relevan sepanjang zaman. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







