Jakarta

Rahasia 5 Nama Makanan Tradisional Jawa, dari Doa hingga Ajaran Hidup yang Tersembunyi

Zainal Abidin | 6 Juni 2025, 21:15 WIB
Rahasia 5 Nama Makanan Tradisional Jawa, dari Doa hingga Ajaran Hidup yang Tersembunyi

AKURAT JAKARTA - Makanan tradisional Jawa selama ini dikenal lezat dan sarat tradisi.

Namun siapa sangka, beberapa nama makanan tersebut ternyata memiliki filosofi yang mendalam.

Seperti yang diungkapkan kanal YouTube WBIFOODS, ada lima makanan khas Jawa yang namanya merupakan singkatan dan menyimpan pesan moral kehidupan.

Baca Juga: Sudah 25 Tahun! Super Junior Umumkan Album Baru, Ini Detailnya

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa nama-nama makanan ini tidak hanya sekadar label kuliner, tetapi sarat makna yang diwariskan turun-temurun.

Makanan seperti tumpeng, ketupat, lepet, iwel-iwel, hingga lemper memiliki filosofi unik yang menyentuh nilai spiritual dan etika hidup.

1. Tumpeng

Baca Juga: Uban Tersamarkan Jadi Tampak Lebih Muda, Inilah Tips Cerdas Pilih Warna Rambut Natural Sesuai Usia dan Warna Kulit

Tumpeng ternyata adalah singkatan dari "yen metu kudu mempeng".

Artinya, ketika kita menghadapi dunia luar, kita harus bersungguh-sungguh dan semangat.

“Tumpeng yen metu kudu mempeng memiliki arti ketika kita keluar kita harus bersungguh-sungguh semangat,” jelasnya.

Baca Juga: Olahan Idul Adha Lebih Enak dengan Resep Sapi Lada Hitam, Mudah Bikinnya

2. Ketupat

Ketupat bukan hanya sajian khas Lebaran.

Kata “ketupat” berasal dari "ngaku lepat", atau mengakui kesalahan.

Baca Juga: Wajib Coba! Resep Krengsengan Kambing yang Bikin Lidah Bergoyang

Makna ini memperkuat tradisi saling memaafkan.

“Ketupat ngaku lepat yang memiliki arti kita harus mengakui kesalahan kita,” ujarnya.

3. Lepet

Baca Juga: Resep Iga Kambing Masak Petis, Paduan Unik nan Lezat, Wajib Dicoba Menu Idul Adha

Lepet adalah kependekan dari "elek-e disimpen rapet", yang berarti keburukan atau aib harus dijaga rapat-rapat.

“Lepet elek e disimpen rapet memiliki arti ketika kejelekan kita itu harus disimpan dengan sangat rapat,” ungkapnya.

4. Iwel-iwel

Baca Juga: Konser Gratis Juicy Juicy Luicy Awal Juni 2025 di Jakarta, Datang Yuks Nih Info Waktu dan Lokasinya

Iwel-iwel sering disajikan saat kelahiran bayi.

Namanya dipercaya berasal dari doa Arab "li walidayya", artinya “untuk kedua orang tuaku”.

Filosofinya adalah harapan agar anak tumbuh dekat dengan orang tua dan penuh kasih.

Baca Juga: Resep Ayam Gongso Pedas Manis, Enak Banget Bikin Ketagihan

5. Lemper

Lemper berasal dari singkatan "yen dilem ojo memper", yaitu ketika mendapat pujian, jangan menjadi sombong.

Sebuah pengingat penting untuk tetap rendah hati.

Baca Juga: Resep Oseng Daging Kambing Pedas Manis, Menu Istimewa untuk Keluarga di Momen Idul Adha

Lima makanan sederhana ini mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang tak hanya bisa dinikmati lidah, tapi juga hati dan pikiran.

Dalam balutan kuliner, tersimpan nilai-nilai hidup yang luhur dan relevan sepanjang zaman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.