Sejarah Berdirinya PKI: Dinamika Perjalanan Politik di Indonesia

AKURAT JAKARTA - Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan partai politik yang sempat besar.
Kini, PKI kehadirannya sudah dilarang usai pecah G30S pada tahun 1965.
Jauh sebelum pelarangan paham komunisme, PKI sempat menjadi daya tarik masyarakat menengah ke bawah.
Kehadiran PKI saat itu menjadi pilar unik dalam dinamika sejarah politik di Indonesia.
Munculnya PKI
Henk Sneevliet merupakan tokoh yang menanamkan benih-benih komunisme di Indonesia.
Ia merupakan seorang komunis yang diusir dari Belanda dan pergi ke Indonesia.
Ia kemudian mendirikan organisasi komunis, yakni Indische Social Democratische Vereniging (ISDV).
Tujuan dari Sneevliet membangun ISDV adalah menyebarkan paham komunisme dalam perjuangan nasional Indonesia.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya PNI, Partai Pemenang pada Pemilu Pertama Tahun 1955
Paham yang dibawa oleh Sneevliet ini kemudian mampu mempengaruhi banyak orang. Beberapa di antaranya adalah Semaun, Alimin, Darsono, dan beberapa tokoh Sarekat Islam (SI).
Nama-nama tersebut kemudian menjadi tokoh-tokoh pembesar PKI di era penjajahan Belanda.
Semaun menjadi tokoh sentral dalam perkembangan ISDV. Terbukti ia menjadi sekretaris di Surabaya.
Selain menggunakan cara menghimpun buruh di berbagai wilayah, penyebaran paham ini juga melalui organisasi massa, yakni Sarekat Islam (SI).
Baca Juga: Sempat Menjadi Partai Besar, Bagaimana Sejarah PKI Mampu Menggaet Suara Besar di Pemilu
SI saat itu menjadi salah satu organisasi Islam terbesar dan memiliki ribuan anggota.
Memengaruhi SI
Banyak tokoh dengan paham komunisme masuk ke organisasi SI. Mereka ternyata memiliki paham yang berbeda.
Hal ini menyebabkan perpecahan di dalam tubuh SI yang kemudian muncul SI merah dengan komunisme dan SI Putih yang tetap dengan pendirian awal.
Semaun bersama dengan SI Merah dan tokoh komunis lainnya menggelar Kongres ISDV di Semarang pada Mei 1920.
Hasil dari kongres tersebut adalah ISDV diubah namanya menjadi Perserikatan Komunis Hindia (PKH). Ketuanya adalah Semaun dan Darsono menjadi wakil.
Dinamika PKI
Pada tahun 1924. PKH menggelar kongres Komintern Kelima yang hasilnya perubahan nama PKH menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Sejak saat itu, PKI menjadi garda terdepan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang radikal.
Salah satu contohnya adalah pecahnya pemberontakan PKI tahun 1926-1927. Akibatnya banyak tokoh yang ditangkap dan diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Baca Juga: Kapan Cap Go Meh 2024? Ini Tanggal dan Sejarah Singkatnya
Selain itu, di era setelah proklamasi kemerdekaan, PKI juga sempat melakukan kudeta pada tahun 1948 di Madiun yang dipimpin oleh Muso.
Meski menjadi pesakitan politik Indonesia pasca kudeta tahun 1948, PKI tidak dibubarkan.
PKI justru menggalang dukungan dengan pemimpin yang baru, lebih muda, dan lebih radikal.
Hasilnya, pada Pemilu pertama tahun 1955, PKI menduduki posisi empat besar.
Baca Juga: Ternyata Serial Attack on Titan Inspirasinya Diambil dari Sejarah
PKI semakin membesar hingga tahun 1960-an dan pendukungnya semakin banyak di berbagai pelosok Indonesia.
Akan tetapi, pada September 1965 menjadi titik nadir PKI. Penculikan jenderal menjadikan DN Aidit selaku pimpinan partai menjadi pesakitan politik.
Peristiwa itu dikenal dengan G30S yang mengakibatkan pelarangan PKI hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









