WFH untuk Swasta, Heru: Panggilan Jiwa, yang Balas Gusti Allah

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono tidak mewajibkan work from home (WFH) bagi industri ataupun sektor swasta saat pelaksanaan KTT ASEAN di Jakarta pada 5-7 September 2023.
Heru memaparkan, tidak ada insentif bagi swasta yang menerapkan WFH. Menurutnya, WFH ini merupakan panggilan NKRI untuk warga negara.
"Bagi yang mau WFH gak ada insentif apa apa. Panggilan negara kesatuan republik indonesia (NKRI), merah putih. Jadi tanggung jawab, hak dan tanggung jawab warga negara. Kewajiban apa, jalankan itu," kata Heru di Balai Kota, Rabu (23/08).
Baca Juga: Nah Loh, ASN DKI Sudah WFH tapi Jakarta Tetap Macet, Begini Kata Heru Budi
Heru pun mengapreasi bagi swasta yang akan melaksanakan WFH selama pelaksanaan KTT ASEAN.
Ia pun meyakini pelaksanaan panggilan jiwa dan negara tersebut akan dibalas oleh Tuhan dikemudian hari.
"Jadi ini panggilan negara loh, pengorbanan. Dibilang untung atau enggak, yang mau untung ya silahkan yang mau mengobarkan diri demi NKRI ya kita apresiasi," ujar Heru.
Baca Juga: DPRD DKI Beri Waktu Tiga Bulan Pemprov DKI untuk Cek 1.600 Pabrik di Ibu Kota
"Ini panggilan jiwa, yang balas gusti Allah," singkatnya.
Dikatakan Heru, pihaknya sudah menerapkan WFH di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sejak Senin (21/08).
Ia pun berharap kedepannya ASN dapat beralih ke kendaraan listrik untuk menekan polusi udara.
"Terkait WFH Pemda DKI, kita udah jalankan. Tidak ada kaitan dengan tunjangan transport dan lain-lain. Mudah-mudahan karyawan kita bisa beli minimal motor listrik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









