Hampir 1.000 Armada Sampah Jakarta Dibeli pada 2015–2016, Legislator Golkar Judistira Dorong Peremajaan

AKURAT JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Pansus Pengelolaan Sampah, Judistira Hermawan, menyoroti usia armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Dari sekitar 1.600 unit armada yang dimiliki, hampir 1.000 unit di antaranya berasal dari pengadaan pada 2015 dan 2016.
Judistira mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya, sekitar 796 armada dibeli pada 2015. Sementara itu, sekitar 190 unit lainnya berasal dari pengadaan pada 2016.
Baca Juga: Pansus Sampah Soroti 1.700 Armada DLH DKI, Legislator Golkar Judistira: Ada yang Perlu Dihapus
Menurutnya, usia kendaraan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah di Jakarta.
"Kalau pembelian 2015 itu ada kurang lebih 796. Yang 2016 itu ada sekitar 190 sekian. Jadi hampir 796 tambah 190-an kira-kira sudah hampir 1.000," ujar Judistira kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai, kendaraan operasional, terutama kendaraan berukuran besar, membutuhkan kebijakan peremajaan yang terencana.
Sebab, kendaraan yang telah digunakan selama bertahun-tahun berpotensi menimbulkan persoalan dalam operasional pengangkutan sampah.
Judistira mencontohkan, kondisi armada pengangkut sampah yang sudah berusia lama kerap menjadi sorotan masyarakat ketika foto atau videonya beredar di media sosial.
"Enggak heran kalau kemudian masyarakat suka meng-capture, kemudian meng-upload ke media sosial, 'Masa Jakarta punya truk sampah kayak gini sih?'" katanya.
Karena itu, ia mendorong agar armada yang berasal dari pengadaan 2015 mulai diremajakan.
Namun, pelaksanaannya perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kita mengambil kebijakan pokoknya yang sudah tahun 2015 itu dilakukan peremajaan. Peremajaannya tentu bertahap mengingat kemampuan fiskal kita," tuturnya.
Selain peremajaan, Judistira menilai skema sewa kendaraan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan operasional DLH.
Menurutnya, skema tersebut perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan armada dalam jangka panjang.
Ia juga menyoroti peluang penggunaan truk sampah berbasis listrik. Menurut Judistira, penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan biaya bahan bakar sekaligus menjaga kualitas lingkungan di Jakarta.
"Nah, ini kayaknya yang lebih baik itu adalah dengan sistem sewa," ujar Judistira.
"Dengan sekian ratus kendaraan, saya kira patut untuk kita mulai memikirkan ke depan itu truk-truk sampah itu berbasis listrik ya," sambungnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





