Pengeroyokan Satpol PP Oleh Pekerja Proyek di Jaksel, DPRD DKI Minta Pemprov Evaluasi Kesiapan Aparat Saat Penertiban

AKURAT JAKARTA – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan, menyoroti kesiapan aparat pemerintah daerah dalam menjalankan operasi penertiban menyusul aksi pengeroyokan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan.
Manuara menilai, setiap operasi penertiban harus didahului analisis terhadap situasi dan kondisi di lapangan.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menentukan pendekatan yang tepat agar penegakan peraturan daerah (perda) tidak berujung pada konflik dengan masyarakat.
"Setiap kali melakukan operasi penertiban, kepala SKPD harus mengetahui sebetulnya magnitudo dan eskalasi situasi kondisi objek yang ditertibkan mutlak diketahui," kata Manuara kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, tingkat risiko dan eskalasi penertiban perlu menjadi pertimbangan sebelum aparat mengambil tindakan.
Apabila situasi tergolong kecil, pendekatan persuasif dan humanis dinilai dapat menjadi pilihan.
Sebaliknya, jika operasi diperkirakan memiliki risiko sedang hingga besar, koordinasi dengan aparat eksternal, termasuk kepolisian dan TNI, perlu dilakukan.
"Kalau eskalasi dan magnitudonya berskala sedang dan besar, wajib ada koordinasi dengan aparatur eksternal," ujarnya.
Manuara menilai, kesiapan aparat dalam membaca situasi menjadi bagian penting dari pelaksanaan tugas penegakan perda.
Ia mengingatkan agar tindakan di lapangan tidak justru memicu emosi masyarakat akibat pendekatan yang kurang tepat.
"Ketika berdasarkan analisis lapangan diperlukan koordinasi dengan aparatur seperti kepolisian, TNI, mutlak harus dilakukan koordinasi untuk menjaga hal-hal seperti ini," tuturnya.
Selain koordinasi, Manuara menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap proses penertiban.
Menurutnya, aparat perlu mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat dan situasi sosial ekonomi sebelum menjalankan operasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





