Legislator Golkar Dadiyono Tegaskan Jakarta Harus Tetap Terbuka, Pengendalian Penduduk Jangan Sekadar Batasi Jumlah

AKURAT JAKARTA – Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menegaskan bahwa Jakarta harus tetap menjadi kota yang terbuka bagi masyarakat yang datang untuk mencari pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan yang lebih baik.
Hal itu disampaikan Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengendalian Penduduk, beberapa waktu lalu.
Dadiyono mengatakan, kedatangan masyarakat ke Jakarta bukan sesuatu yang semestinya dipandang sebagai kesalahan.
Baca Juga: Data Desil Warga Sering Tak Sesuai, Legislator Golkar Ramly HI Desak Pemprov DKI Turun Tangan
Menurutnya, persoalan muncul ketika pertumbuhan aktivitas manusia tidak diimbangi dengan kemampuan kota dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakat.
"Kota yang terbuka tetap harus mampu menyediakan hunian, transportasi, pekerjaan, dan pelayanan publik yang memadai," kata Dadiyono.
Karena itu, Dadiyono menilai pengendalian penduduk tidak semestinya hanya dimaknai sebagai pembatasan jumlah warga yang tinggal di Jakarta.
Menurutnya, pengendalian penduduk perlu mencakup pengelolaan jumlah, kualitas, struktur umur, persebaran, serta mobilitas penduduk agar sesuai dengan daya dukung kota.
"Pertanyaan kita bukan sekadar berapa banyak orang yang boleh tinggal di Jakarta, tetapi berapa banyak penduduk yang mampu dilayani Jakarta dengan kualitas hidup yang layak?" ujarnya.
Dadiyono kemudian meminta penjelasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai definisi pengendalian penduduk yang digunakan dalam Ranperda tersebut.
Anggota Komisi A itu mempertanyakan apakah indikator pengendalian penduduk hanya didasarkan pada jumlah penduduk atau turut memperhitungkan persebaran, mobilitas, kualitas hidup, serta daya dukung wilayah.
Fraksi Golkar juga menyarankan agar kebijakan pengendalian penduduk menggunakan pendekatan penduduk optimal berdasarkan kapasitas wilayah.
"Fraksi Partai Golkar menyarankan agar kebijakan pengendalian penduduk menggunakan pendekatan penduduk optimal berdasarkan kapasitas wilayah, bukan sekadar menetapkan batas jumlah penduduk secara administratif," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







