Fraksi Golkar DPRD DKI Sentil Pemprov: Jangan Asal Bangun Rusun di Lahan Pemprov

AKURAT JAKARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menjadikan ketersediaan lahan milik pemerintah sebagai satu-satunya pertimbangan dalam menentukan lokasi pembangunan rumah susun (rusun).
Hal itu disampaikan Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rumah Susun, beberapa waktu lalu.
Dadiyono mengatakan, lokasi menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan agar pembangunan rusun tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat yang menjadi penghuninya.
Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Ungkap 60.000 Ton Sampah Menumpuk di Nagrak, Tingginya Capai 15 Meter
"Tanah memang penting, tetapi lokasi yang tepat jauh lebih penting," kata Dadiyono.
Menurutnya, rusun yang dibangun jauh dari pusat pekerjaan, transportasi, pendidikan, dan pelayanan dasar berpotensi meningkatkan beban hidup masyarakat.
Meskipun masyarakat mendapatkan hunian dengan harga atau biaya sewa yang terjangkau, kata Dadiyono, biaya hidup mereka bisa meningkat akibat ongkos perjalanan yang mahal serta waktu yang banyak terbuang di perjalanan.
Karena itu, Fraksi Golkar meminta pembangunan rusun di Jakarta diintegrasikan dengan berbagai fasilitas dan kebutuhan masyarakat.
"Karena itu, pembangunan rusun harus terintegrasi dengan sistem transportasi publik, pusat kegiatan ekonomi, sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, ruang terbuka dan fasilitas sosial lainnya," ujarnya.
Dadiyono juga mempertanyakan sejauh mana Pemprov DKI telah memperhitungkan akses penghuni rusun terhadap pusat pekerjaan dan transportasi publik dalam menentukan lokasi pembangunan.
Selain itu, ia meminta pemerintah memastikan setiap lokasi rusun telah melalui kajian terkait daya dukung lingkungan dan daya tampung kawasan.
"Apakah setiap lokasi pembangunan rusun telah memperhitungkan akses terhadap pusat pekerjaan dan transportasi publik? Apakah telah dilakukan kajian daya dukung lingkungan dan daya tampung kawasan?" tuturnya.
Anggota Komisi A itu menilai aspek mobilitas penghuni juga perlu menjadi perhatian. Jangan sampai pembangunan hunian terjangkau justru membuat penghuni menghabiskan lebih banyak waktu dan biaya untuk menuju tempat kerja.
"Bagaimana memastikan penghuni rusun tidak justru menjadi kelompok yang paling banyak menghabiskan waktu dan biaya untuk perjalanan menuju tempat kerja?" katanya.
Untuk itu, Fraksi Golkar mengusulkan agar Pemprov DKI memiliki indikator khusus dalam menentukan lokasi pembangunan rusun.
Dadiyono menyarankan penetapan lokasi menggunakan Indeks Kelayakan Lokasi Rusun.
"Fraksi Partai Golkar menyarankan agar penetapan lokasi rusun menggunakan Indeks Kelayakan Lokasi Rusun, yang sekurang-kurangnya mempertimbangkan akses transportasi, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, ruang terbuka, risiko bencana, kondisi lingkungan dan potensi pertumbuhan ekonomi kawasan," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







