Legislator Golkar Ramly HI Ungkap Ketimpangan Layanan Jantung RSUD DKI, Dokter dan Alat Tak Berimbang

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menyoroti ketimpangan ketersediaan dokter dan alat kesehatan di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemprov DKI Jakarta.
Ramly mengungkapkan, terdapat kondisi berbeda antara RSUD Koja dan RSUD Cengkareng dalam pelayanan kesehatan, khususnya terkait penanganan penyakit jantung.
Menurutnya, RSUD Koja memiliki dokter yang dibutuhkan, tetapi alat kesehatan yang tersedia justru mengalami kerusakan.
Baca Juga: Legislator Golkar Ramly HI Minta ASN DKI Punya Mentalitas Pelayanan seperti Satpam BCA
Sementara di RSUD Cengkareng, alatnya tersedia namun belum didukung tenaga dokter yang memadai.
"Contoh nih, Rumah Sakit Koja. Rumah Sakit Koja dokter ada, alatnya rusak. Sebaliknya di Rumah Sakit Cengkareng, alatnya ada, dokternya nggak ada," kata Ramly dalam Rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ramly menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta agar fasilitas kesehatan dan tenaga medis dapat tersedia secara seimbang di seluruh wilayah Jakarta.
Ia secara khusus menyoroti kebutuhan alat Rotablator, yakni perangkat yang digunakan dalam tindakan medis tertentu pada pasien penyakit jantung.
Anggota Komisi E itu meminta keberadaan alat tersebut dipastikan secara jelas, termasuk kesiapan dokter yang akan mengoperasikannya.
"Yang berikutnya alat Rotablator. Kemarin sudah dibacakan sama Ketua Komisi ya, Rotablator. Ini kita mau tahu persis ada atau tidak," ujarnya.
Menurut Ramly, penyediaan alat kesehatan juga harus diikuti dengan kesiapan tenaga medis. Ia menekankan bahwa penanganan pasien jantung tidak cukup hanya mengandalkan dokter spesialis jantung, tetapi membutuhkan tim dokter pendukung lainnya.
"Tetapi harganya seperti apa yang disampaikan oleh Sekkom ya, tapi juga Pak Sekkom umpamanya kita butuh rotablator, alat jantung yang lain, diikuti oleh dokter-dokter yang lain," katanya.
Ramly kemudian meminta layanan kesehatan jantung yang lengkap tidak hanya tersedia di wilayah tertentu. Ia menegaskan fasilitas tersebut harus dapat diakses warga di lima wilayah administrasi Jakarta.
"Saya minta lima wilayah ini harus ada karena orang penyakit jantung itu bukan hanya Jakarta Utara sama Jakarta Barat, Timur, Selatan, Pusat juga sama. Jadi rumah sakit tipe A, tipe B harus ada semua," tuturnya.
Ia menyebut RSUD Tarakan sebagai salah satu rumah sakit yang menurutnya memiliki fasilitas relatif lengkap. Karena itu, ia berharap rumah sakit lain di lima wilayah Jakarta dapat memiliki kelengkapan layanan yang serupa.
"Yang lengkap itu hanya Rumah Sakit Tarakan. Itu lengkap," kata Ramly. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




