Jakarta

Namu Balai Kota Resmi Dibuka, Warga Bisa Urus Paspor Hingga Perpanjang SIM di Balai Kota

Laode Akbar | 17 Oktober 2026, 14:40 WIB
Namu Balai Kota Resmi Dibuka, Warga Bisa Urus Paspor Hingga Perpanjang SIM di Balai Kota
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, beserta jajaran saat meresmikan Namu Balai Kota. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan berbagai layanan publik di Balai Kota melalui program Namu Balai Kota atau City Hall Experience.

Program ini menjadi upaya untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Namu Balai Kota tidak hanya menghadirkan kegiatan seni dan hiburan, tetapi juga menyediakan akses terhadap berbagai layanan yang dibutuhkan warga.

Baca Juga: Wagub Rano Minta Warga Tak Panik soal Asap Karhutla di Jakarta: Memang Alam Sedang Seperti Ini

"Namu Balai Kota ini dibuat untuk mendekatkan balai kota dengan warganya," kata Rano Karno usai peresmian acara tersebut di Balai Kota Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Rano, sejumlah instansi turut terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk layanan keimigrasian yang memungkinkan masyarakat mengurus paspor.

Ia mencontohkan, terdapat warga asal Sumatera Utara yang memiliki KTP Medan dan memanfaatkan layanan keimigrasian di Balai Kota untuk membuat paspor.

"Tadi bahkan ada teman kita dari Sumatera Utara, KTP-nya Medan, dia bikin paspor di sini, karena kan imigrasi di mana-mana sudah online," ujarnya.

Selain layanan paspor, Namu Balai Kota juga menghadirkan layanan Samsat untuk berbagai keperluan administrasi kendaraan, termasuk perpanjangan dokumen seperti SIM.

Rano menyebut, layanan perizinan dan Bank Jakarta juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai instansi diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses layanan dalam satu lokasi.

Mantan Anggota DPR RI itu menjelaskan, pelaksanaan Namu Balai Kota sebelumnya telah diuji coba pada 3 Oktober 2026.

Uji coba tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan yang kemudian menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan berikutnya.

Rano mengatakan, kegiatan Namubalai Kota direncanakan berlangsung setiap dua minggu sekali sepanjang 2026.

Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi pelaksanaannya untuk menentukan apakah frekuensi kegiatan tersebut perlu ditingkatkan pada tahun berikutnya.

"Tapi tahun depan kita lihat kalau dianggap kurang, ya enggak tahu, mungkin ya tiap-tiap minggu Wakil Gubernur jadi penerima tamu di sini," katanya.

Di samping layanan publik, Namu Balai Kota juga menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan komunitas.

Rano menyebut, kegiatan tersebut mencakup seni, pemutaran film, permainan tradisional, kuliner, serta aktivitas komunitas.

Program ini juga direncanakan menjadi ruang untuk menyampaikan informasi mengenai berbagai program pemerintah dan agenda Jakarta menjelang perayaan lima abad atau 500 tahun Jakarta pada 2027.

Rano berharap Namu Balai Kota dapat menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk mengenal lebih dekat aktivitas serta layanan yang tersedia di Balai Kota.

"Semoga Namubalai Kota ini dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan antara pemerintah daerah dengan warganya," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y