Minta BUMD Tak Manja APBD, Legislator Golkar Basri Baco Minta Lebih Inovatif Cari Pendapatan

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta lebih agresif berinovasi dalam mengembangkan bisnis guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tanpa terus bergantung pada penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pernyataan itu disampaikan Baco saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2027, beberapa waktu lalu.
Menurut Baco, kondisi fiskal Pemprov DKI Jakarta saat ini mengharuskan setiap BUMD mampu menciptakan sumber pendapatan baru secara mandiri, salah satunya melalui kolaborasi dengan pihak swasta untuk mengoptimalkan aset yang selama ini belum dimanfaatkan.
"Konkretnya, menggandeng pihak swasta untuk memaksimalkan potensi dan lahan-lahan kosong yang dimiliki BUMD," kata Baco.
Ia menilai kontribusi dividen BUMD kepada Pemprov DKI Jakarta belum mengalami peningkatan yang signifikan untuk menopang kebutuhan APBD. Di sisi lain, masih banyak aset daerah yang belum tergarap secara optimal.
Baco mencontohkan sejumlah lahan kosong milik PT Pembangunan Jaya Ancol yang memiliki potensi ekonomi besar.
Selain itu, sejumlah pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya juga dinilai membutuhkan revitalisasi, namun terkendala keterbatasan anggaran.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Baco mengusulkan BUMD menerapkan skema kemitraan yang lebih fleksibel dengan investor swasta, seperti Build-Operate-Transfer (BOT) maupun Build-Transfer-Operate (BTO).
"Kita bisa beri kemudahan di awal. Seperti keringanan atau penundaan kewajiban bayar di 2–3 tahun pertama agar investor mau masuk dan asetnya terbangun," ujarnya.
Meski demikian, Koordinator Komisi B itu mengakui kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha.
Karena itu, ia meminta seluruh BUMD memangkas birokrasi dan tidak mempersulit proses kerja sama investasi.
"Selama tidak melanggar aturan, jalankan skema inovatif tersebut, demi mengoptimalkan aset daerah," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






