Kasus TB di Jakarta Meningkat Cepat, Legislator Golkar Ramly HI Minta Dinkes Agresif Tangani

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mempercepat upaya penanganan tuberkulosis (TB) di ibu kota.
Menurutnya, penyebaran penyakit tersebut berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan langkah yang lebih agresif, baik dalam deteksi maupun pengobatan pasien.
Hal itu disampaikan Ramly dalam rapat pembahasan Rancangan Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Komisi E DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Peringati Muharram, Golkar DKI Santuni Anak Yatim dan Doakan Ahmad Zaki Jadi Gubernur
Ramly menilai masyarakat yang terpapar TB harus dirangkul dan didorong untuk menjalani pengobatan hingga tuntas agar tidak terus menularkan penyakit kepada orang lain.
"Menular sangat cepat, sangat cepat. Kalau kita juga tidak antisipasi, lama-lama keluarga kita kena. Makanya reses kita selalu sampaikan, kita harus mengayomi orang yang kena TB, harus kita baik-baikin dia supaya dia ikut juga berobat. Kalau nggak, nanti lama-lama menular ke kita, ke anak kita," kata Ramly.
Ia juga mengingatkan tingginya kepadatan penduduk Jakarta menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyebaran TB, terutama di kawasan permukiman yang minim paparan sinar matahari.
"Karena warga Jakarta yang padat penduduk, yang kurang kena matahari, pasti kena itu. Jadi buat percepatan," ujarnya.
Anggota Komisi E DPRD DKI itu mengaku melihat langsung masih lambatnya proses pemeriksaan kesehatan yang berkaitan dengan deteksi TB.
Menurut dia, laju penambahan kasus tidak sebanding dengan jumlah warga yang berhasil diperiksa.
"Saya juga tahu sudah ada di sana orang-orang TB, TB, TB, tapi percepatannya. Saya tahu karena saya punya sopir-sopir. Cek MCU kali ini 100, besok 150. Lambat kalau gitu, di luar lambat, nambah cepat sekali," katanya.
Karena itu, Ramly meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta mempercepat skrining dan penanganan TB agar penyebaran penyakit dapat ditekan serta target pengendalian kasus di Jakarta dapat tercapai. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





