Jakarta

Soroti Proses Kredit Bank Jakarta, Legislator Golkar Basri Baco Heran Masih Banyak yang Bermasalah

Laode Akbar | 3 Juli 2026, 21:50 WIB
Soroti Proses Kredit Bank Jakarta, Legislator Golkar Basri Baco Heran Masih Banyak yang Bermasalah
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, menyoroti masih adanya kredit bermasalah di Bank Jakarta meski proses penyaluran kredit dinilainya sudah sangat ketat.

Hal itu disampaikan Baco saat rapat pembahasan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berdasarkan pengalamannya membantu sejumlah pihak yang mengajukan pinjaman, persyaratan kredit di Bank Jakarta tergolong sangat selektif.

Baca Juga: Masih Ada Lahan Kosong Ancol Belum Dimanfaatkan, Legislstor Golkar Basri Baco Minta Segera Dimonetisasi

"Mengenai Bank Jakarta, Pak Dirut, saya beberapa kali coba membantu kawan yang ingin kredit ke Bank Jakarta. Syaratnya itu luar biasa. Syarat-syarat untuk bisa ambil kredit di Bank Jakarta ini saya rasa ketatnya luar biasa," kata Baco.

Ia mengaku sedikitnya tiga rekannya gagal memperoleh fasilitas kredit karena proses verifikasi yang dilakukan Bank Jakarta sangat ketat.

"Semua dicek, semua dicek betul-betul. Dari tiga orang kawan saya, tidak ada yang berhasil. Luar biasa," tuturnya.

Baca Juga: Legislator Golkar Andri Santosa Soroti Silpa Rp20,11 Miliar di Dinas PPKUKM, Minta Pemprov Evaluasi

Meski mengapresiasi kehati-hatian Bank Jakarta dalam menyalurkan kredit, Baco menilai masih adanya kredit bermasalah menjadi ironi yang perlu dievaluasi oleh manajemen bank.

"Pertanyaannya kalau sudah seketat itu proses kreditnya, kenapa masih banyak yang miss juga ya Pak Dirut?" ucapnya.

Menurut Baco, kondisi tersebut mengindikasikan adanya faktor lain yang perlu dibenahi di luar proses seleksi awal calon debitur.

"Cuma ironis kenapa sudah ketat sekali, masih ada yang nyangkut. Berarti ada hal-hal yang lain sepertinya," katanya.

Koordinator Komisi B itu pun meminta jajaran direksi Bank Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyaluran kredit agar persoalan kredit bermasalah dapat diminimalkan tanpa menghambat masyarakat atau pelaku usaha yang layak memperoleh pembiayaan.

"Saya salut bahwa ketat sekali. Cuma ironis kenapa sudah ketat sekali, masih ada yang nyangkut," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y