Jakarta

Temui PM Singapura, Gubernur Pramono Tawarkan Investasi MRT Fase 3 dan 4 hingga TOD Jakarta

Laode Akbar | 17 Juni 2026, 15:25 WIB
Temui PM Singapura, Gubernur Pramono Tawarkan Investasi MRT Fase 3 dan 4 hingga TOD Jakarta
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bertemu PM Singapura Lawrence Wong di Istana Perdana Menteri Singapura

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menawarkan peluang investasi kepada Singapura pada sejumlah proyek strategis Jakarta, termasuk pengembangan Transit-Oriented Development (TOD) serta MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4.

Hal tersebut disampaikan saat Pramono bertemu Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Perdana Menteri Singapura, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan kota berkelanjutan antara Jakarta dan Singapura.

Baca Juga: Program Padat Karya Pemprov DKI, Pekerja Digaji Setara UMP Rp 5,7 Juta

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan Jakarta membuka ruang yang lebih luas bagi investasi Singapura di sektor transportasi dan transformasi perkotaan.

Menurut Pramono, hubungan komunikasi yang telah terjalin sejak keduanya sama-sama berada di pemerintahan nasional menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama.

Saat itu, Pramono menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, sedangkan Lawrence Wong menduduki sejumlah posisi strategis di Pemerintah Singapura.

Pramono mengatakan pengalamannya di pemerintahan pusat dan daerah menjadi bekal untuk menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi di tingkat daerah.

Hal itu dinilainya penting guna memberikan kepastian bagi investor yang ingin menanamkan modal di Jakarta.

"Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor," kata Pramono.

Baca Juga: Mengaku Diintai Lewat 'PBX Finder', Eks Ketua BEM UGM Diminta Polda DIY Segera Bikin Laporan Resmi

Dalam pertemuan tersebut, Pramono secara khusus menawarkan peluang investasi pada proyek TOD, pengembangan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4, serta berbagai program transformasi kota yang mendukung visi Jakarta sebagai kota global.

Ia menilai investasi di Jakarta memiliki prospek besar karena memberikan akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara.

Selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jakarta dan Indonesia, investasi tersebut juga dinilai dapat memperkuat perekonomian kawasan ASEAN.

"Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura," ujarnya.

Selain menawarkan peluang investasi, Pramono juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Pemprov DKI, kata dia, berupaya menghadirkan proses investasi yang mudah, transparan, efisien, serta didukung kebijakan yang konsisten.

Menurut politikus PDIP itu, kepastian regulasi menjadi salah satu faktor utama yang dibutuhkan investor dalam mengambil keputusan bisnis.

Baca Juga: Eksplorasi Fitur Unik BYD ATTO 3, Mulai dari Efek Lampu Bernafas hingga Kapasitas Bagasi Luas yang Fleksibel hingga 1.340 Liter

Karena itu, Pemprov DKI akan terus berupaya memberikan kemudahan dan kepastian bagi para pelaku usaha.

"Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kita perkuat hari ini akan membawa kita pada kesuksesan bersama," tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.