Jakarta

Legislator Golkar Alia Laksono: E-Election Nasional Mungkin Baru Realistis Diterapkan 20 Tahun Lagi

Laode Akbar | 5 Juni 2026, 23:07 WIB
Legislator Golkar Alia Laksono: E-Election Nasional Mungkin Baru Realistis Diterapkan 20 Tahun Lagi
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, dalam Pengajian Ideologi Kebangsaan (PIK-4) DPD Golkar DKI Jakarta

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menilai penerapan sistem pemilu elektronik (e-election) secara penuh di Indonesia masih membutuhkan waktu panjang.

Menurutnya, sistem tersebut kemungkinan baru dapat diterapkan secara luas di tingkat nasional dalam kurun sekitar dua dekade ke depan.

Hal itu disampaikan Alia saat berbicara dalam acara Pengajian Ideologi Kebangsaan PIK-4 di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Fiskal Daerah, Legislator Golkar Dimaz Raditya Dorong BUMD Lebih Inovatif

Menurut Alia, gagasan e-election merupakan langkah yang baik dalam upaya mendorong modernisasi sistem demokrasi Indonesia.

Namun implementasinya tidak dapat dilakukan secara instan karena masih memerlukan kesiapan infrastruktur, peningkatan literasi digital masyarakat, serta dukungan kebijakan yang kuat.

"Menurut saya itu investasi jangka panjang banget yang mungkin bisa dikaji dari sekarang dan bisa perlahan diaplikasi di skala yang lebih kecil," kata Alia.

Ia mengusulkan agar penerapan sistem tersebut dilakukan secara bertahap, dimulai dari ruang lingkup yang lebih terbatas sebelum akhirnya diterapkan pada level nasional.

"Mungkin dari tingkat DPRD dulu, Pilkada dulu, berskala nanti sampai mungkin 20 tahun lagi dari sekarang baru bisa sampai tingkat pemilihan nasional di legislatif maupun Pilpres," ujarnya.

Alia menilai proses menuju e-election tidak hanya menyangkut penyediaan teknologi, tetapi juga kesiapan masyarakat untuk beradaptasi dengan sistem baru.

Menurut dia, penerapan bertahap akan memberikan ruang untuk menguji efektivitas sistem sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang muncul di lapangan.

Dalam pandangannya, keberhasilan e-election juga sangat bergantung pada kemauan politik pemerintah untuk menginvestasikan anggaran, waktu, dan sumber daya dalam pembangunan ekosistem digital yang memadai.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses transformasi tersebut. Sebab, kelompok usia muda dinilai memiliki kedekatan yang lebih tinggi dengan perkembangan teknologi digital.

"Karena anak muda itu kan nggak jauh ya dari kata-kata digital, teknologi, modernization. Jadi di sinilah di mana peran anak-anak muda justru sangat amat penting," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y