Legislator Golkar Alia Laksono: E-Election Nasional Mungkin Baru Realistis Diterapkan 20 Tahun Lagi

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menilai penerapan sistem pemilu elektronik (e-election) secara penuh di Indonesia masih membutuhkan waktu panjang.
Menurutnya, sistem tersebut kemungkinan baru dapat diterapkan secara luas di tingkat nasional dalam kurun sekitar dua dekade ke depan.
Hal itu disampaikan Alia saat berbicara dalam acara Pengajian Ideologi Kebangsaan PIK-4 di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Fiskal Daerah, Legislator Golkar Dimaz Raditya Dorong BUMD Lebih Inovatif
Menurut Alia, gagasan e-election merupakan langkah yang baik dalam upaya mendorong modernisasi sistem demokrasi Indonesia.
Namun implementasinya tidak dapat dilakukan secara instan karena masih memerlukan kesiapan infrastruktur, peningkatan literasi digital masyarakat, serta dukungan kebijakan yang kuat.
"Menurut saya itu investasi jangka panjang banget yang mungkin bisa dikaji dari sekarang dan bisa perlahan diaplikasi di skala yang lebih kecil," kata Alia.
Ia mengusulkan agar penerapan sistem tersebut dilakukan secara bertahap, dimulai dari ruang lingkup yang lebih terbatas sebelum akhirnya diterapkan pada level nasional.
"Mungkin dari tingkat DPRD dulu, Pilkada dulu, berskala nanti sampai mungkin 20 tahun lagi dari sekarang baru bisa sampai tingkat pemilihan nasional di legislatif maupun Pilpres," ujarnya.
Alia menilai proses menuju e-election tidak hanya menyangkut penyediaan teknologi, tetapi juga kesiapan masyarakat untuk beradaptasi dengan sistem baru.
Menurut dia, penerapan bertahap akan memberikan ruang untuk menguji efektivitas sistem sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang muncul di lapangan.
Dalam pandangannya, keberhasilan e-election juga sangat bergantung pada kemauan politik pemerintah untuk menginvestasikan anggaran, waktu, dan sumber daya dalam pembangunan ekosistem digital yang memadai.
Selain itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses transformasi tersebut. Sebab, kelompok usia muda dinilai memiliki kedekatan yang lebih tinggi dengan perkembangan teknologi digital.
"Karena anak muda itu kan nggak jauh ya dari kata-kata digital, teknologi, modernization. Jadi di sinilah di mana peran anak-anak muda justru sangat amat penting," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







