Wagub Rano Karno Minta Satpol PP Tertibkan Pedagang Kecil yang Jualan Selama Ramadhan Secara Humanis

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa penertiban pedagang saat Ramadhan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih persuasif.
Ia meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tetap menjaga ketertiban, namun tetap memberi ruang bagi pedagang kecil, terutama di kawasan yang tengah kembali bergeliat seperti Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Rano mengatakan, kondisi ekonomi para pedagang harus dipahami. Ia menyinggung situasi Tanah Abang yang dalam beberapa tahun terakhir sepi dan membuat banyak pedagang mengeluh.
Baca Juga: Manajer Timnas U-17 Zaki Iskandar Soroti Dampak Gizi dalam Pembinaan Atlet Muda di Indonesia
"Nih sekarang lagi momen-momen. Nah memang begitu ya, yang namanya jualan pakai mobil, pakai gerobak. Akhirnya jalan enggak enak," kata Rano kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
"Ya kita imbau aja, 'Yuk kita atur yuk gimana caranya.' Kalau seminggu dua minggu enggak bisa, terpaksa harus kita tindak," imbuhnya.
Rano menekankan bahwa pemerintah tetap harus menjalankan aturan, namun dengan mempertimbangkan situasi lapangan dan kondisi masyarakat.
"Kita udah tahu caranya seperti apa. Saya juga udah bilang sama Satpol PP, kita tertibkan boleh. Tapi kasih ruanglah," katanya.
Mantan Anggota DPR RI itu juga menyinggung larangan sweeping rumah makan oleh organisasi masyarakat (ormas) selama Ramadan.
Menurutnya, aturan tersebut sudah berlaku setiap tahun, namun pemerintah tetap harus rutin mengingatkan.
"Nah kita pemerintah mengingatkan. Bahkan juga misalnya apa namanya, restoran-restoran harus ada jam buka. Itu udah protap, udah tahun ke tahun pasti," ucapnya.
Meski begitu, fokus utama Rano tetap pada pentingnya keseimbangan antara ketertiban dan empati.
Ia menegaskan bahwa upaya penertiban tidak boleh mematikan usaha masyarakat yang tengah mencari penghidupan, terutama menjelang bulan suci.
Baca Juga: Kenyang Tapi Kekurangan Gizi? Waspada Kelaparan Tersembunyi pada Anak
"Kalau seminggu dua minggu enggak bisa, terpaksa harus kita tindak kan. Jadi ya itulah konsekuensi dari pemerintah," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





