Dukung Gerakan Pilah Sampah dari Sumber, Pemprov DKI Libatkan Kader PKK hingga Jumantik

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasawisma, hingga juru pemantau jentik (Jumantik) dalam mendukung Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber yang mulai dijalankan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, pelibatan unsur masyarakat tersebut dilakukan untuk memperkuat edukasi dan pendampingan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan RW.
"Pendampingan dilakukan melalui pelibatan Kader PKK, Dasawisma, dan Jumantik yang memberikan edukasi pemilahan sampah secara langsung kepada warga," kata Dudi kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, respons masyarakat terhadap program tersebut sejauh ini cukup positif. Sejak peresmian Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber pada 10 Mei 2026, warga mulai membiasakan memilah sampah dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan sekitar.
DLH DKI menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengurangan sampah dari hulu sebelum masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS) maupun TPST Bantargebang.
Selain edukasi pemilahan sampah, pemerintah juga mulai memperkuat pengelolaan sampah organik di lingkungan masyarakat.
Sejumlah metode diterapkan, mulai dari komposting, pembuatan biopori, biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF), ecoenzym, hingga Teba modern.
Dudi menjelaskan, saat ini program masih berada pada tahap sosialisasi dan edukasi yang berlangsung selama Mei hingga Juni 2026. Pada tahap tersebut, pemerintah juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pemilahan sampah.
"Implementasi pemilahan sampah akan diperluas dan diperkuat secara bertahap di masyarakat," tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, resmi memulai Gerakan Pilah Sampah serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu, Minggu (10/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta sekaligus langkah konkret mengurangi beban sampah yang selama ini seluruhnya diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Pramono mengatakan, gerakan pilah sampah dilakukan secara serentak sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) No. 5 Tahun 2026 mengenai pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Pada hari ini secara resmi Pemerintah Jakarta mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah," ujar Pramono. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






