Jakarta

Fraksi Golkar DPRD DKI Minta Konsep One Health dalam Raperda Sistem Kesehatan Daerah Tak Sekadar Jargon

Laode Akbar | 18 Mei 2026, 20:42 WIB
Fraksi Golkar DPRD DKI Minta Konsep One Health dalam Raperda Sistem Kesehatan Daerah Tak Sekadar Jargon
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono

AKURAT JAKARTA - Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya penerapan konsep One Health atau Satu Kesehatan secara konkret dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah.

Konsep tersebut dinilai tidak boleh berhenti sebagai jargon, tetapi harus diwujudkan dalam langkah operasional hingga tingkat lingkungan terkecil.

Hal itu disampaikan Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Sistem Kesehatan Daerah.

Baca Juga: Legislator Golkar Sardy Wahab Soroti Keluhan Warga, Sampah Bisa Menumpuk Dua Pekan Jika Iuran Tak Dibayar

Menurut Alia, pandemi COVID-19 telah menjadi pelajaran penting bahwa kesehatan tidak dapat lagi dipandang secara sektoral semata.

Ia menilai kesehatan harus dipahami sebagai sistem yang saling terhubung antara manusia, hewan, dan lingkungan.

"Pandemi COVID-19 telah menjadi pelajaran pahit yang seharusnya mengubah cara kita memandang kesehatan. Kesehatan tidak lagi bisa dilihat secara sektoral, tetapi harus dipahami sebagai sistem yang terhubung antara manusia, lingkungan, dan hewan," kata Alia.

Fraksi Golkar, lanjutnya, mendukung penguatan sistem informasi kesehatan berbasis digital sebagai fondasi deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi wabah.

Pihaknya juga mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memasukkan pendekatan One Health ke dalam Ranperda.

Meski demikian, Alia mengingatkan bahwa konsep tersebut berpotensi menjadi sekadar slogan apabila tidak disertai mekanisme pelaksanaan yang jelas, terutama di wilayah padat penduduk yang rentan terhadap penyebaran penyakit zoonosis dan wabah berbasis lingkungan.

"Bagaimana implementasi konkret pendekatan ini hingga ke tingkat RT/RW di wilayah padat penduduk, yang justru menjadi titik paling rentan terhadap penyebaran penyakit zoonosis dan wabah berbasis lingkungan?" ujarnya.

Wakil Ketua Komisi A itu menilai keberhasilan pendekatan One Health sangat bergantung pada penguatan peran masyarakat, kader kesehatan, serta integrasi dengan sistem sanitasi dan pengelolaan lingkungan.

Karena itu, Fraksi Golkar mendorong agar pendekatan tersebut dijalankan berbasis wilayah dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Oleh karena itu, Fraksi Partai Golkar mendorong agar pendekatan One Health dijalankan secara berbasis wilayah dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur," tandas Alia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y