Legislator Golkar Farah Savira Nilai BOS Tak Cukup Biayai Sekolah Bertingkat, Minta Evaluasi Skema Operasional

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti ketidaksesuaian skema pembiayaan operasional sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan kondisi fisik bangunan sekolah yang kini banyak berbentuk vertikal.
Menurut Farah, pembangunan sekolah bertingkat di Jakarta memang menjadi solusi keterbatasan lahan.
Namun, di sisi lain, hal tersebut memunculkan konsekuensi biaya operasional yang lebih tinggi, terutama untuk kebutuhan listrik.
Ia mencontohkan kondisi di SD Negeri 11 Pejaten Timur yang telah direnovasi menjadi bangunan enam lantai. Setelah digunakan, sekolah tersebut justru menghadapi kendala pada pembiayaan operasional.
"Contohnya saja biaya operasional BOS-nya itu tidak mencukupi untuk pembiayaan listrik mereka karena kan sekarang sudah enam lantai," ujar Farah dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan (Disdik), beberapa waktu lalu.
Farah meminta Disdik DKI Jakarta memperhatikan persoalan ini secara serius agar tidak terulang pada sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa.
Anggota Komisi E itu menilai, kebijakan pembiayaan perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
"Nah itu juga hal-hal seperti itu mohon diperhatikan Bu supaya ke depan jangan sampai ada permasalahan yang sama," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa standar BOS saat ini cenderung disamaratakan, padahal kebutuhan setiap sekolah bisa berbeda, terutama antara sekolah satu lantai dan sekolah bertingkat.
Menurutnya, jika tidak ada penyesuaian, maka beban operasional berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Oleh karena itu, evaluasi terhadap skema BOS dinilai penting agar lebih adaptif terhadap perkembangan infrastruktur pendidikan di Jakarta.
"Karena BOS-nya tentu berbeda dengan sekolah negeri atau sekolah SD yang lainnya yang memang satu tingkatan saja," tukas Farah.
"Begitu juga dengan sama nanti di SD 11 Pejaten Timur ini juga waktu itu kami sudah pernah usulkan untuk penggabungan dengan SMP karena kan luasannya cukup ya, itu belum terealisasi sampai hari ini," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






