Jakarta

Masih Banyak Perlintasan Sebidang Rel Kereta di Jakarta Tanpa Palang Pintu, Wagub Rano: Minimal Ada Penjaganya!

Laode Akbar | 29 April 2026, 15:30 WIB
Masih Banyak Perlintasan Sebidang Rel Kereta di Jakarta Tanpa Palang Pintu, Wagub Rano: Minimal Ada Penjaganya!
Wagub DKI Jakarta, Rano Karno.

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti masih adanya perlintasan sebidang kereta api yang belum dilengkapi palang pintu otomatis di sejumlah wilayah di ibu kota.

Kondisi ini menjadi perhatian serius menyusul insiden tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, yang menelan korban jiwa.

Rano mengakui bahwa tidak semua perlintasan di ibu kota memiliki sistem penutupan otomatis. Namun, ia memastikan titik-titik tersebut tetap dijaga petugas sebagai langkah mitigasi keselamatan.

Baca Juga: Wagub Rano Karno Resmikan IPA Portabel di Semanan, Targetkan Perpipaan Air Minum 100 Persen pada Tahun 2029

"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga," ujar Rano di kawasan Semanan, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, keberadaan penjaga menjadi solusi sementara untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, khususnya di lokasi yang belum memiliki palang pintu. Meski demikian, sistem ini dinilai belum ideal karena masih bergantung pada faktor manusia.

Rano menegaskan bahwa kondisi tersebut akan terus dievaluasi oleh Pemprov DKI. Ia menyebut, peristiwa kecelakaan di wilayah lain harus menjadi pengingat penting untuk memperkuat sistem keselamatan di perlintasan sebidang.

"Ini bagian yang harus kita evaluasi selalu. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan seperti yang terjadi semalam," kata mantan Anggota DPR RI itu.

Baca Juga: Update Korban Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur: 15 Orang Meninggal Dunia, 53 Masih Dirawat

Ia pun berharap peristiwa kecelakaan serupa tidak kembali terulang dan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem keselamatan di perlintasan sebidang.

"Ya mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan yang terjadi pada waktu kemarin," tukas Rano.

Diketahui, Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan korban dalam insiden kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) lalu.

Hingga data terbaru, tercatat sebanyak 106 penumpang menjadi korban, dengan 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Soroti Pungutan Perpisahan Sekolah, Khawatir Memberatkan Orang Tua

Dari jumlah korban luka, sebanyak 53 penumpang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 38 lainnya telah diperbolehkan pulang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.