Tarif Transjakarta Jadi Naik Tahun Ini? Begini Penjelasan Stafsus Gubernur DKI Chico Hakim

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa wacana kenaikan tarif Transjakarta masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan kajian yang dilakukan operator merupakan hal yang wajar, mengingat tarif Rp3.500 tidak berubah sejak 2005.
"Selama lebih dari dua dekade, biaya operasional terus meningkat, mulai dari inflasi, harga energi, hingga pemeliharaan armada, termasuk pengembangan bus listrik dan ekspansi layanan," ujar Chico dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Pasar Santa Berbenah, Perumda Pasar Jaya Dorong Rebranding Lewat Revitalisasi dan Festival
Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan kenaikan tarif tidak bisa diambil sepihak. Penentuan tarif tetap berada di tangan Gubernur dan DPRD melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Saat ini kajian masih berjalan. Pemprov mengedepankan kehati-hatian dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi ekonomi secara umum," katanya.
Saat ini, lanjut Chico, Pemprov tetap memprioritaskan kualitas layanan transportasi publik dengan dukungan subsidi yang efisien. Dalam APBD 2026, subsidi untuk Transjakarta mencapai sekitar Rp3,7 triliun.
Di sisi lain, ia mengungkapkan secara perhitungan, tarif TransJakarta saat ini memang belum menutup biaya operasional.
Tingkat pemulihan biaya (cost recovery) baru sekitar 14 persen, sehingga sebagian besar biaya masih ditopang subsidi pemerintah.
"Subsidi per penumpang berkisar Rp9.000 hingga lebih dari Rp10.000 per perjalanan, sementara total biaya operasional per trip sekitar Rp13.000," jelasnya.
Menurut Chico, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Transjakarta berfungsi sebagai layanan publik (public service obligation), bukan semata-mata entitas bisnis.
Selain itu, ia menyoroti kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Jakarta yang telah meningkat hampir tujuh kali lipat sejak 2005, sementara tarif transportasi publik tetap stagnan.
Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat—bahkan mencapai rekor ratusan juta perjalanan dalam setahun—serta layanan yang semakin luas dan modern, Pemprov menilai evaluasi tarif menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan.
"Kami terus mendengar aspirasi warga. Setiap keputusan nantinya akan dikomunikasikan secara terbuka," kata Chico. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







