Soroti Pipa PAM di Sejumlah Wilayah Jakbar, Legislator Golkar Andri Santosa: Sudah Terpasang Tapi Air Tak Mengalir

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, mengaku merasa malu menghadapi warga di daerah pemilihannya akibat layanan air bersih yang tak kunjung mengalir meski jaringan pipa telah terpasang.
Hal itu disampaikan Andri dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta saat membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2025, Kamis (23/4/2026).
Awalnya, kata Andri, warga di sejumlah kelurahan di Jakarta Barat menyambut antusias program penyambungan pipa air bersih oleh PAM. Apalagi, pemasangan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang ia serap saat reses.
Baca Juga: Legislator Golkar Dimaz Soroti Sampah Pasar, Nilai Perlu Pengolahan Mandiri Tekan Beban Bantargebang
"Warga saya dulu senang, dari hasil reses ada tindak lanjut pemasangan pipa, survei dan sebagainya," ujar Andri.
Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan. Hingga kini, air bersih tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga meski pemasangan pipa telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.
"Yang sampai hari ini saya izin untuk malu datang ke wilayah, airnya belum mengalir. Jadi saya jadi diolok-olok, saya malu ke wilayah," ungkapnya.
Andri menilai kondisi ini justru menimbulkan harapan palsu di tengah masyarakat. Ia bahkan menyebut lebih baik program tidak dijalankan jika pada akhirnya tidak memberikan manfaat nyata bagi warga.
"Mendingan dulu nggak usah kasih harapan, daripada ujung-ujungnya saya yang jadi malu. Katanya cuma nyambung doang, tapi airnya nggak ngalir," tegasnya.
Anggota Komisi B itu juga menyoroti ketimpangan layanan air bersih, di mana kawasan perumahan baru justru lebih cepat mendapatkan akses, sementara warga lama yang telah puluhan tahun tinggal di Jakarta belum menikmati layanan serupa.
"Warga ini sudah puluhan tahun belum pernah tersambung air PAM. Tapi yang di komplek baru, mereka sudah dapat lebih dulu," katanya.
Dalam rapat tersebut, Andri secara langsung meminta penjelasan kepada pihak PAM Jaya terkait penyebab belum mengalirnya air, yang disebut-sebut berkaitan dengan suplai dari Waduk Karian.
"Ini Bapak harus tanggung jawab. Warga sudah senang, tapi sampai hari ini belum mengalir. Solusinya Waduk Karian itu bagaimana?" ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan ini harus segera diselesaikan karena dirinya terus didesak warga yang menuntut kepastian layanan air bersih.
"Saya dikejar-kejar warga. Awalnya mereka sangat antusias, tapi sekarang saya malah jadi bahan olok-olokan," tandas Andri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






