Jakarta

Soroti Pipa PAM di Sejumlah Wilayah Jakbar, Legislator Golkar Andri Santosa: Sudah Terpasang Tapi Air Tak Mengalir

Laode Akbar | 26 April 2026, 11:55 WIB
Soroti Pipa PAM di Sejumlah Wilayah Jakbar, Legislator Golkar Andri Santosa: Sudah Terpasang Tapi Air Tak Mengalir
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, mengaku merasa malu menghadapi warga di daerah pemilihannya akibat layanan air bersih yang tak kunjung mengalir meski jaringan pipa telah terpasang.

Hal itu disampaikan Andri dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta saat membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2025, Kamis (23/4/2026).

Awalnya, kata Andri, warga di sejumlah kelurahan di Jakarta Barat menyambut antusias program penyambungan pipa air bersih oleh PAM. Apalagi, pemasangan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang ia serap saat reses.

Baca Juga: Legislator Golkar Dimaz Soroti Sampah Pasar, Nilai Perlu Pengolahan Mandiri Tekan Beban Bantargebang

"Warga saya dulu senang, dari hasil reses ada tindak lanjut pemasangan pipa, survei dan sebagainya," ujar Andri.

Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan. Hingga kini, air bersih tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga meski pemasangan pipa telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

"Yang sampai hari ini saya izin untuk malu datang ke wilayah, airnya belum mengalir. Jadi saya jadi diolok-olok, saya malu ke wilayah," ungkapnya.

Andri menilai kondisi ini justru menimbulkan harapan palsu di tengah masyarakat. Ia bahkan menyebut lebih baik program tidak dijalankan jika pada akhirnya tidak memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Mendingan dulu nggak usah kasih harapan, daripada ujung-ujungnya saya yang jadi malu. Katanya cuma nyambung doang, tapi airnya nggak ngalir," tegasnya.

Anggota Komisi B itu juga menyoroti ketimpangan layanan air bersih, di mana kawasan perumahan baru justru lebih cepat mendapatkan akses, sementara warga lama yang telah puluhan tahun tinggal di Jakarta belum menikmati layanan serupa.

"Warga ini sudah puluhan tahun belum pernah tersambung air PAM. Tapi yang di komplek baru, mereka sudah dapat lebih dulu," katanya.

Dalam rapat tersebut, Andri secara langsung meminta penjelasan kepada pihak PAM Jaya terkait penyebab belum mengalirnya air, yang disebut-sebut berkaitan dengan suplai dari Waduk Karian.

"Ini Bapak harus tanggung jawab. Warga sudah senang, tapi sampai hari ini belum mengalir. Solusinya Waduk Karian itu bagaimana?" ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan ini harus segera diselesaikan karena dirinya terus didesak warga yang menuntut kepastian layanan air bersih.

"Saya dikejar-kejar warga. Awalnya mereka sangat antusias, tapi sekarang saya malah jadi bahan olok-olokan," tandas Andri. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y