Tegaskan Berantas Pelaku Aksi Premanisme di Tanah Abang, Gubernur Pramono: Tak Boleh Terjadi Lagi

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik premanisme di kawasan Tanah Abang yang dikeluhkan pedagang dan sopir angkutan umum khususnya bajaj.
Pramono memastikan, pelaku pemalakan yang sempat viral dan meresahkan di kawasan tersebut telah ditindak aparat.
Menurutnya, tindakan pemalakan terhadap pedagang maupun pengemudi bajaj di Tanah Abang tidak bisa ditoleransi. Ia menyebut seluruh pelaku yang terlibat telah diamankan.
Baca Juga: Babak Baru, AS-Iran Dijadwalkan Kembali Lakukan Negosiasi Damai Kamis Ini
"Kemarin yang melakukan pemalakan baik itu kepada pedagang maupun bajaj, kan sudah ditangkap semua. Dan Pemerintah DKI Jakarta memberikan support dukungan sepenuhnya untuk hal yang seperti ini gak boleh terjadi lagi," ujar Pramono di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan, Pemprov DKI akan terus mendukung aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk premanisme di Ibu Kota.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang rentan menjadi korban.
"Jadi saya sebagai Gubernur Jakarta memberikan support untuk mengambil tindakan tegas premanisme kepada siapapun di Jakarta ini," tegasnya.
Diketahui, viral di media sosial aksi pemalakan disertai ancaman terhadap pedagang kaki lima hingga sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat memicu keresahan warga.
Dalam salah satu video yang beredar, terdapat pelaku yang memalak pedagang hingga memecahkan mangkuk dagangan milik pedagang bakso.
Kapolsek Metro Tanah Abang, Ajun Komisaris Besar Polisi Dhimas Prasetyo memastikan pihaknya langsung bergerak cepat usai kejadian mencuat ke publik. Tiga orang pelaku berhasil diringkus tak lama setelah video tersebut viral.
"Berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26) waga Kampung Bali, DA (36) warga Kampung Bali dan OP (36) warga Kampung Bali," ujar Dhimas.
Ia merinci, aksi pemalakan itu bukan sekadar intimidasi biasa. Pelaku datang bertiga, menekan korban agar menyerahkan uang Rp300 ribu, bahkan disertai ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





