Jakarta

Pemprov DKI Tangkap 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Seberat 6,89 Ton, Ini Rinciannya!

Laode Akbar | 20 April 2026, 14:05 WIB
Pemprov DKI Tangkap 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Seberat 6,89 Ton, Ini Rinciannya!
Ikan sapu-sapu hasil tangkapan petugas di perairan Jakarta.

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara massal di lima wilayah kota administrasi, pada Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Sebanyak 640 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Hasilnya, sekitar 68.880 ekor ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dengan total berat mencapai 6,98 ton.

Baca Juga: Mobil Murah Rasa Premium! BYD Atto 2 Tawarkan Wireless Charging 50 Watt dan Kamera 360 Tanpa Bikin Kantong Jebol

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan langkah ini diambil karena ikan sapu-sapu berpotensi merusak lingkungan.

Spesies ini diketahui dapat mengganggu habitat alami serta merusak keseimbangan ekosistem akibat kebiasaannya menggali dasar dan tepi sungai.

"Operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara massal ini merupakan strategi jangka pendek untuk menekan populasi secara cepat dan mencegah penyebaran lebih luas," ujar Hasudungan dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

"Ke depan, akan dilakukan koordinasi lintas wilayah dan instansi agar kegiatan ini bisa dilakukan dalam skala lebih besar dan lebih sering," imbuhnya.

Ia menambahkan, hasil tangkapan ditangani sesuai prosedur, yakni dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang telah ditentukan.

Baca Juga: Ini Kata Mikel Arteta Setelah Arsenal Ditumbangkan Manchester City Tadi Malam, Perebutan Gelar Juara Liga Inggris Makin Panas

Langkah ini dilakukan agar ikan tidak kembali ke perairan maupun diperjualbelikan, serta dapat dimanfaatkan sebagai kompos alami.

"Sebanyak 1.000 kilogram ikan sapu-sapu dari Setu Babakan juga dibawa ke Balai Riset Budidaya Ikan Hias KKP untuk penelitian pengembangan media kultur budidaya maggot," katanya.

Dari lima wilayah, Jakarta Selatan menjadi lokasi dengan jumlah tangkapan terbanyak, yakni 63.600 ekor dengan berat 5,3 ton yang ditemukan di pintu air outlet Setu Babakan, Jagakarsa.

Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 4.128 ekor (825,5 kg), Jakarta Utara 545 ekor (271 kg), Jakarta Pusat 536 ekor (565 kg), dan Jakarta Barat 71 ekor (17 kg).

Meski demikian, pelaksanaan operasi di lapangan menghadapi berbagai kendala. Di Jakarta Utara, kondisi perairan dangkal dan berlumpur serta banyaknya sampah menyulitkan penangkapan. Jakarta Barat juga menghadapi keterbatasan lokasi dan lumpur tinggi.

Baca Juga: Ketegangan Kian Memuncak: Iran Tolak Perundingan dengan AS di Pakistan, Usai Insiden Penembakan Kapal di Selat Hormuz

Di Jakarta Pusat, air keruh menjadi tantangan tersendiri. Sementara di Jakarta Selatan ditemukan dominasi hampir 100 persen ikan sapu-sapu di Setu Babakan.

Adapun di Jakarta Timur, arus deras dan debit tinggi Sungai Ciliwung membuat petugas harus menggunakan perahu karet dengan bantuan pegiat lingkungan.

Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu.

Pasalnya, ikan ini berpotensi mengandung residu logam berat seperti timbal (Pb) di atas ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah, yakni lebih dari 0,3 mg/kg, sehingga berisiko bagi kesehatan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.