Viral Sampah Menumpuk di Kali Ciliwung Matraman, Gubernur Pramono Akui Postingan Masyarakat di Medsos Percepat Penanganan

AKURAT JAKARTA - Penumpukan sampah di aliran Sungai Ciliwung kawasan Matraman, Jakarta Pusat, kembali menjadi sorotan publik setelah kondisinya dinilai kumuh dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Berdasarkan akun Instagram @ombrill, terlihat banyak tumpukan sampah dan rumput liar yang tumbuh di pinggir sungai tersebut.
"LAPOR PAK WALIKOTA JAKARTA PUSAT Pak @arifinofficial_ sepertinya perlu mengagendakan kerja bakti di lokasi ini. Jika dibiarkan, ngeri-ngeri sedap dengan nyamuk, sampah, dan hewan liar. Terima kasih Pak Wali. Salam hormat," tulis caption akun tersebut.
Usai viral di media sosial, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup langsung turun tangan mengerah petugas untuk membersihkan wilayah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa laporan masyarakat yang viral di media sosial turut mempercepat penanganan di lapangan.
Ia mengatakan luasnya wilayah Jakarta menjadi tantangan dalam menjangkau seluruh titik permasalahan, termasuk persoalan sampah di sungai.
“Memang saya harus akui, semakin diviralkan menurut saya makin baik, sehingga kita segera menangani itu karena tidak semua daerah bisa dijangkau,” ujar Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4/2026).
Kondisi Sungai Ciliwung di kawasan Matraman sebelumnya dikeluhkan warga karena dipenuhi sampah dan dinilai menjadi sarang nyamuk.
Situasi tersebut juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan serta memperparah potensi banjir akibat aliran air yang terhambat.
Menanggapi hal itu, Pemprov DKI Jakarta memastikan penanganan terus dilakukan, termasuk melalui program normalisasi dan pengerukan sedimentasi di sejumlah titik krusial di aliran Ciliwung.
Pramono menyebut, salah satu fokus saat ini adalah pengerukan di titik pertemuan Sungai Ciliwung dan Krukut yang selama ini menghambat aliran air menuju laut.
Pemerintah telah menyetujui pengerukan sekitar 178.000 meter kubik sedimentasi yang ditargetkan rampung dalam satu tahun.
"Supaya air dari Pluit maupun dari Ciliwung bisa turun ke laut," kata mantan Sekretaris Kabinet RI itu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









