Jakarta

Atasi Tumpukan Sampah Imbas Longsor TPST Bantargebang, DLH DKI Terapkan Sistem Tiga Shift dan Tutup TPS Liar

Laode Akbar | 2 April 2026, 18:29 WIB
Atasi Tumpukan Sampah Imbas Longsor TPST Bantargebang, DLH DKI Terapkan Sistem Tiga Shift dan Tutup TPS Liar
TPST Bantargebang

AKURAT JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat mengatasi penumpukan sampah di sejumlah titik ibu kota pascalibur Lebaran 2026 yang turut diperparah oleh insiden longsor di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Salah satu strategi yang kini diterapkan adalah pengaturan sistem kerja pengangkutan sampah menjadi tiga shift setiap hari untuk mempercepat normalisasi layanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan kondisi tersebut memaksa adanya penyesuaian operasional pengiriman sampah agar tidak terjadi kepadatan truk di TPST Bantargebang maupun di jalur menuju lokasi.

Baca Juga: Fiks! Avenged Sevenfold Konser di Jakarta 10 Oktober 2026, Ini Harga Tiket dan Lokasinya

"Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Asep dalam keterangannya, Jumat (2/4/2026).

Ia menegaskan, DLH tidak membatasi jumlah pengiriman sampah, melainkan melakukan rekayasa operasional melalui pengaturan jadwal pengangkutan yang lebih terukur.

Melalui pembagian tiga shift, diharapkan distribusi sampah menjadi lebih lancar dan antrean kendaraan bisa ditekan.

DLH juga memastikan waktu tunggu (dwelling time) truk sampah tetap terkendali dan tidak melebihi tiga jam.

Menurut Asep, kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga efisiensi operasional, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan para pengemudi truk sampah.

"Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah," ujarnya.

Selain pengaturan sistem pengangkutan, DLH juga mengklaim telah melakukan penanganan intensif di sejumlah titik penumpukan sampah. Salah satunya di TPS Kali Anyar yang kini telah bersih setelah proses pengosongan selesai dilakukan.

Sementara itu, TPS Rawadas yang diketahui merupakan TPS liar juga telah ditutup permanen melalui kolaborasi DLH bersama kecamatan, kelurahan, serta Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi. Hingga Rabu (1/4) malam, area tersebut dilaporkan sudah bersih dari sampah.

Penanganan serupa juga dilakukan di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok).

Setelah pengosongan selesai, lokasi tersebut akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar besi serta pengawasan melalui posko terpadu yang melibatkan LMK, Satpol PP, dan kepolisian.

DLH menargetkan dalam pekan ini operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang dapat kembali normal seiring percepatan distribusi sisa sampah pascaarus balik Lebaran ke berbagai fasilitas pengolahan, termasuk RDF Plant.

"Kami berkomitmen mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal," pungkas Asep.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y