Jakarta

Waka DPRD Basri Baco Usul 100 Pasar di Jakarta Punya Fasilitas Pengolahan Sampah Sendiri

Laode Akbar | 9 Maret 2026, 20:49 WIB
Waka DPRD Basri Baco Usul 100 Pasar di Jakarta Punya Fasilitas Pengolahan Sampah Sendiri
Wakil Ketua DPRD DKI, Basri Baco

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mengusulkan agar pasar-pasar besar di Jakarta memiliki fasilitas pengolahan sampah sendiri.

Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pengangkutan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Baco menyampaikan, dari sekitar 155 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, setidaknya sebagian besar pasar berukuran besar dapat dilengkapi dengan fasilitas pengolahan sampah skala lokal.

Baca Juga: Gubernur Pramono Dukung Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Meski Belum Bisa 100 Persen Terlaksana

"Kalau perlu jangan cuma di Kramat Jati. Semua pasar yang agak besar itu dibuatkan. Kita punya sekitar 155 pasar, mungkin 100 pasar atau setengahnya bisa dibuatkan fasilitas pengolahan," kata Baco dalam rapat bersama Pasar Jaya.

Menurutnya, teknologi pengolahan sampah yang digunakan tidak perlu berukuran besar. Cukup teknologi skala pasar yang mampu mengolah sampah organik langsung di lokasi.

Dengan demikian, sehingga volume sampah yang harus diangkut keluar pasar dapat berkurang secara signifikan.

Baco menilai konsep pengolahan sampah di lokasi pasar akan lebih efisien dibandingkan seluruh sampah harus diangkut ke Bantargebang.

Selain menekan volume sampah yang dikirim, langkah tersebut juga dapat mengurangi biaya operasional pengangkutan.

Baca Juga: Harga Ramah Kantong Mulai Rp288 Jutaan, Toyota Rush Facelift 2026 Datang Sebagai Penantang Serius Segmen Low SUV Tanah Air

"Tidak perlu teknologi yang besar. Yang penting bisa mengolah sampah di pasar itu sendiri supaya tidak semuanya diangkut ke Bantargebang," ujarnya.

Koordinator Komisi B itu juga mendorong Pasar Jaya menggandeng pihak profesional yang memiliki teknologi pengolahan sampah yang tepat guna agar implementasinya tidak menimbulkan masalah baru.

Menurut Baco, upaya ini bisa menjadi solusi jangka menengah sambil menunggu pembangunan fasilitas pengolahan sampah skala besar seperti Intermediate Treatment Facility (ITF) yang direncanakan Pemprov DKI Jakarta.

"Cari yang profesional supaya tidak salah lagi. Yang penting bisa mengurangi sampah dari pasar sebelum dibawa keluar," ucapnya.

Dengan adanya fasilitas pengolahan sampah di pasar, Baco berharap volume sampah Jakarta yang mencapai ribuan ton per hari dapat berkurang secara signifikan.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Sosialisasi Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, Upaya Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan

Selain itu, cara ini sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan sampah di pusat-pusat perdagangan ibu kota. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.