Jakarta

Soroti Proyek RDF Rorotan yang Belum Capai Target, Legislator Golkar Sardy Wahab Singgung Potensi Masuk Ranah Hukum

Laode Akbar | 21 Maret 2026, 19:33 WIB
Soroti Proyek RDF Rorotan yang Belum Capai Target, Legislator Golkar Sardy Wahab Singgung Potensi Masuk Ranah Hukum
Sardy Wahab soroti RDF Rorotan

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, menyoroti belum optimalnya proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan meski telah menghabiskan anggaran besar.

Ia bahkan menyinggung potensi persoalan hukum apabila proyek tersebut tidak segera menunjukkan hasil.

Hal itu disampaikan Sardy dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (LH), beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Bupati Maesyal Pastikan Wilayah Kabupaten Tangerang Kondusif, Tidak Gelar Open House Idul Fitri

Menurutnya, proyek RDF tersebut seharusnya sudah mampu mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari, namun hingga kini target tersebut belum tercapai.

"Sekian tahun sudah bekerja yang seharusnya sekarang 2.500 ton sampah sudah bisa dikerjakan di sana, sekarang mangkrak," kata Sardy.

Ia juga mengingatkan bahwa besarnya anggaran yang telah digelontorkan harus diimbangi dengan hasil yang nyata, terutama dalam menyelesaikan persoalan sampah Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Sardy mengaku mendapat informasi bahwa persoalan RDF mulai menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Ia menyebut adanya pembahasan yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Kejaksaan Agung Republik Indonesia terkait proyek tersebut.

"Jangan-jangan ini nanti masuk ke Kejaksaan Agung. Ini infonya sudah mulai ada, sampai sekarang belum ada action siapa yang terlibat," ujarnya.

Baca Juga: Legislator Golkar Ramly Muhammad Soroti Kekurangan Ruang ICU di RS Jakarta: Banyak Warga Meninggal Karena Tidak Tertangani dengan Cepat

Ia meminta agar jajaran Dinas LH segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek RDF, termasuk memastikan transparansi perencanaan dan pelaksanaannya.

Selain itu, Sardy juga menyoroti persoalan teknis RDF, terutama terkait bau yang ditimbulkan akibat kondisi sampah yang belum kering optimal sebelum diproses.

Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya bisa diantisipasi dengan solusi teknis yang tepat, seperti penambahan peralatan pendukung pengolahan sampah.

Ia menekankan pentingnya kajian yang lebih mendalam agar anggaran besar yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

"Dana begitu besar kita lempar ke sana, tapi hasilnya belum maksimal. Ini perlu kajian yang mendalam," katanya.

Anggota Komisi D itu juga mengingatkan agar perencanaan program pengelolaan sampah ke depan lebih fokus pada penyelesaian masalah konkret di lapangan, bukan sekadar program administratif.

Baca Juga: Prediksi Skor Juventus vs Sassuolo di Serie A, 22 Maret 2026: Misi Wajib Menang Bianconeri

Ia berharap persoalan RDF dan pengelolaan sampah Jakarta secara umum sudah memiliki solusi yang jelas dalam perencanaan anggaran mendatang.

"Buat perencanaan yang matang bagaimana sampah 2027 itu harus selesai," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.