Soroti Proyek RDF Rorotan yang Belum Capai Target, Legislator Golkar Sardy Wahab Singgung Potensi Masuk Ranah Hukum

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, menyoroti belum optimalnya proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan meski telah menghabiskan anggaran besar.
Ia bahkan menyinggung potensi persoalan hukum apabila proyek tersebut tidak segera menunjukkan hasil.
Hal itu disampaikan Sardy dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (LH), beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Bupati Maesyal Pastikan Wilayah Kabupaten Tangerang Kondusif, Tidak Gelar Open House Idul Fitri
Menurutnya, proyek RDF tersebut seharusnya sudah mampu mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari, namun hingga kini target tersebut belum tercapai.
"Sekian tahun sudah bekerja yang seharusnya sekarang 2.500 ton sampah sudah bisa dikerjakan di sana, sekarang mangkrak," kata Sardy.
Ia juga mengingatkan bahwa besarnya anggaran yang telah digelontorkan harus diimbangi dengan hasil yang nyata, terutama dalam menyelesaikan persoalan sampah Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Sardy mengaku mendapat informasi bahwa persoalan RDF mulai menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Ia menyebut adanya pembahasan yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Kejaksaan Agung Republik Indonesia terkait proyek tersebut.
"Jangan-jangan ini nanti masuk ke Kejaksaan Agung. Ini infonya sudah mulai ada, sampai sekarang belum ada action siapa yang terlibat," ujarnya.
Ia meminta agar jajaran Dinas LH segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek RDF, termasuk memastikan transparansi perencanaan dan pelaksanaannya.
Selain itu, Sardy juga menyoroti persoalan teknis RDF, terutama terkait bau yang ditimbulkan akibat kondisi sampah yang belum kering optimal sebelum diproses.
Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya bisa diantisipasi dengan solusi teknis yang tepat, seperti penambahan peralatan pendukung pengolahan sampah.
Ia menekankan pentingnya kajian yang lebih mendalam agar anggaran besar yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
"Dana begitu besar kita lempar ke sana, tapi hasilnya belum maksimal. Ini perlu kajian yang mendalam," katanya.
Anggota Komisi D itu juga mengingatkan agar perencanaan program pengelolaan sampah ke depan lebih fokus pada penyelesaian masalah konkret di lapangan, bukan sekadar program administratif.
Baca Juga: Prediksi Skor Juventus vs Sassuolo di Serie A, 22 Maret 2026: Misi Wajib Menang Bianconeri
Ia berharap persoalan RDF dan pengelolaan sampah Jakarta secara umum sudah memiliki solusi yang jelas dalam perencanaan anggaran mendatang.
"Buat perencanaan yang matang bagaimana sampah 2027 itu harus selesai," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







