Perkuat Layanan Air Bersih, PAM Jaya Siapkan Teknologi Tangkap Air dari Udara hingga Perbaikan Pipa Tanpa Bongkar Jalan

AKURAT JAKARTA – PT PAM Jaya (Perseroda) menyiapkan sejumlah inovasi teknologi untuk memperkuat layanan air bersih di Jakarta, mulai dari teknologi penangkap air dari atmosfer hingga metode perbaikan kebocoran pipa tanpa perlu membongkar jalan.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pengembangan teknologi menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan kebutuhan air bersih di Jakarta yang terus meningkat.
"Teknologi ini tidak bisa disetop, makanya kita tidak boleh keluar dari research and development," ujar Arief dalam diskusi Balkoters Talk bertema Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi yang mampu menangkap kandungan air di udara untuk diolah menjadi air minum melalui proses kondensasi.
Teknologi tersebut rencananya akan menjadi bagian dari fasilitas Water Hub yang akan dibangun di kawasan Sudirman–Thamrin dan dapat menyediakan air minum gratis bagi masyarakat.
"Nanti di sepanjang Sudirman–Thamrin akan ada Water Hub. Mudah-mudahan tahun ini bisa dimulai pembangunannya," kata Arief.
Selain fasilitas permanen, PAM Jaya juga menyiapkan kendaraan mobile yang mampu menghasilkan air minum dari atmosfer untuk digunakan dalam kondisi darurat.
"Nanti kami punya truk mobile yang bisa langsung menangkap air dari udara dan bisa diminum dalam kondisi darurat," ujarnya.
Untuk menekan kebocoran air, PAM Jaya juga mengembangkan teknologi penambalan pipa dari dalam menggunakan gel khusus sehingga perbaikan dapat dilakukan tanpa membongkar jalan, meski teknologi ini hanya untuk kebocoran kecil.
Di sisi lain, PAM Jaya juga akan menjalankan program Non-Revenue Water (NRW) melalui penggantian dan rehabilitasi jaringan pipa sepanjang sekitar 7.000–8.000 kilometer atau sekitar 80 persen dari total jaringan.
Proyek tersebut akan dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) agar tidak membebani APBD.
Saat ini cakupan layanan air perpipaan PAM Jaya telah mencapai 80,24 persen dengan panjang jaringan 12.835,21 kilometer dan jumlah pelanggan mencapai 1.178.022.
Sebanyak 92 persen sumber air baku Jakarta masih berasal dari luar daerah, terutama Waduk Jatiluhur, sementara sisanya berasal dari dalam Jakarta.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan DPRD akan terus mengawal pembangunan jaringan air perpipaan agar menjangkau seluruh masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
"DPRD berkomitmen memastikan alokasi anggaran tepat sasaran dan benar-benar untuk kepentingan masyarakat," ujar Yuke.
Ia menambahkan, akses air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas, sekaligus mengakui masih adanya pekerjaan rumah dalam pembenahan jaringan pipa lama di Jakarta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





