Waduk Karian Jadi Alasan Air Tak Mengalir, Legislator Golkar Andri Santosa Desak PAM Jaya Beri Solusi

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menyoroti ketergantungan pasokan air bersih dari Waduk Karian yang dinilai menjadi salah satu penyebab belum optimalnya layanan air perpipaan di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Ia mengungkapkan bahwa alasan keterbatasan suplai dari Waduk Karian kerap disampaikan pihak PAM Jaya setiap kali ditanya soal belum mengalirnya air ke warga, meski jaringan pipa telah terpasang.
"Saya tanya sampai hari ini, alasannya selalu Waduk Karian, Waduk Karian. Tapi sampai sekarang belum ada solusi yang jelas," ujar Andri dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta saat membahas LKPJ Gubernur 2025, beberapa waktu lalu.
Ia menilai, ketergantungan terhadap satu sumber pasokan tanpa kepastian distribusi justru berdampak pada lambatnya realisasi layanan di lapangan.
Menurutnya, kondisi ini membuat warga yang sudah terlanjur berharap menjadi kecewa karena air bersih tak kunjung mengalir.
Andri menegaskan, seharusnya perencanaan program penyambungan pipa dilakukan secara terintegrasi dengan kesiapan suplai air baku.
Tanpa itu, pembangunan jaringan dinilai hanya menjadi pekerjaan fisik tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.
"Pipa sudah terpasang, tapi airnya belum mengalir. Kalau memang kendalanya di Waduk Karian, harusnya dari awal sudah dihitung kesiapan pasokannya," katanya.
Ia juga meminta penjelasan konkret dari pihak PAM Jaya terkait solusi atas ketergantungan tersebut, termasuk kejelasan waktu kapan distribusi air dari Waduk Karian bisa optimal dan menjangkau wilayah-wilayah yang sudah terpasang jaringan.
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi B itu bahkan secara langsung meminta tanggung jawab dari jajaran direksi PAM Jaya untuk segera menyelesaikan persoalan ini.
"Ini harus ada kepastian. Jangan sampai terus berulang dengan alasan yang sama tanpa ada solusi," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






