Jakarta

Waduk Karian Jadi Alasan Air Tak Mengalir, Legislator Golkar Andri Santosa Desak PAM Jaya Beri Solusi

Laode Akbar | 6 Mei 2026, 08:46 WIB
Waduk Karian Jadi Alasan Air Tak Mengalir, Legislator Golkar Andri Santosa Desak PAM Jaya Beri Solusi
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menyoroti ketergantungan pasokan air bersih dari Waduk Karian yang dinilai menjadi salah satu penyebab belum optimalnya layanan air perpipaan di sejumlah wilayah Ibu Kota.

Ia mengungkapkan bahwa alasan keterbatasan suplai dari Waduk Karian kerap disampaikan pihak PAM Jaya setiap kali ditanya soal belum mengalirnya air ke warga, meski jaringan pipa telah terpasang.

"Saya tanya sampai hari ini, alasannya selalu Waduk Karian, Waduk Karian. Tapi sampai sekarang belum ada solusi yang jelas," ujar Andri dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta saat membahas LKPJ Gubernur 2025, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Dukung Dua Proyek PSEL, Legislator Golkar Judistira Harap Residu Sampah Tak Lagi ke TPST Bantargebang

Ia menilai, ketergantungan terhadap satu sumber pasokan tanpa kepastian distribusi justru berdampak pada lambatnya realisasi layanan di lapangan.

Menurutnya, kondisi ini membuat warga yang sudah terlanjur berharap menjadi kecewa karena air bersih tak kunjung mengalir.

Andri menegaskan, seharusnya perencanaan program penyambungan pipa dilakukan secara terintegrasi dengan kesiapan suplai air baku.

Tanpa itu, pembangunan jaringan dinilai hanya menjadi pekerjaan fisik tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.

"Pipa sudah terpasang, tapi airnya belum mengalir. Kalau memang kendalanya di Waduk Karian, harusnya dari awal sudah dihitung kesiapan pasokannya," katanya.

Ia juga meminta penjelasan konkret dari pihak PAM Jaya terkait solusi atas ketergantungan tersebut, termasuk kejelasan waktu kapan distribusi air dari Waduk Karian bisa optimal dan menjangkau wilayah-wilayah yang sudah terpasang jaringan.

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi B itu bahkan secara langsung meminta tanggung jawab dari jajaran direksi PAM Jaya untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

"Ini harus ada kepastian. Jangan sampai terus berulang dengan alasan yang sama tanpa ada solusi," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y