Berpotensi Picu Krisis Global, Gubernur Pramono Harap Perang AS–Iran Tak Berlangsung Lama

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, berharap agar konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung saat ini tidak berlarut-larut.
Sebab konflik ini berpotensi memicu krisis rantai pasok global yang langsung berdampak pada harga kebutuhan pokok di Indonesia, termasuk Jakarta.
Pramono menyebut salah satu titik krusial yang terdampak perang adalah Selat Hormuz, jalur strategis yang dilewati lebih dari 30 persen suplai minyak dunia.
Baca Juga: Piala Asia 2027 Terapkan Sistem Team Base Camp Layaknya Piala Dunia, Timnas Indonesia Siap Berlaga
Gangguan di kawasan tersebut, katanya, bisa membuat biaya distribusi barang meningkat tajam.
"Saya berharap sungguh-sungguh agar perang ini tidak berlangsung lama. Karena kalau berlangsung lama pasti berdampak pada barang dan jasa," ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa rantai pasok global sangat bergantung pada stabilitas jalur pelayaran internasional.
Jika Selat Hormuz terganggu atau ditutup, waktu tempuh dan ongkos logistik akan melonjak, sehingga harga barang impor turut terdorong naik.
"Kalau ini ditutup, supply chain-nya menjadi lebih panjang, ongkos perjalanan menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti akan terasa," kata Pramono.
Di tingkat daerah, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan langkah mitigasi melalui perusahaan-perusahaan daerah untuk memastikan ketersediaan pangan dan menahan gejolak harga.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menuturkan, salah satu upaya konkretnya adalah penambahan pasokan sapi menjelang Ramadhan dan Idul fitri.
"Kemarin kami mendatangkan 2.000 sapi dari total kuota 7.500 tahun ini. Ini cara kita supaya harga daging tidak naik, dan alhamdulillah sampai hari ini stabil," jelasnya.
Diketahui, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) dengan membidik pimpinan tertinggi negara itu.
Operasi bertajuk 'Operation Epic Fury' ini menjadi eskalasi besar baru di Timur Tengah dan berpotensi meluas ke kawasan Teluk.
Baca Juga: 5 Cara Mencegah Mata Minus Agar Tidak Bertambah Parah, Sudah Kamu Lakukan?
Presiden AS, Donald Trump, menyebut serangan itu bertujuan menghapus ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat.
Ia juga mengatakan upaya tersebut memberi kesempatan bagi rakyat Iran menentukan masa depan politiknya, yang langsung memicu respons keras dari Teheran.
Tak lama setelah serangan dilancarkan, Iran menembakkan rudal ke wilayah Israel. Ledakan juga terdengar di sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








