Gubernur Pramono Targetkan Transjabodetabek Rute Blok M–Bandara Soetta Beroperasi Sebelum Mudik Lebaran 2026, Disiapkan 20 Unit Bus

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menargetkan rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta dapat beroperasi sebelum masa mudik Lebaran Idul Fitri 2026.
Pramono mengatakan keputusan pembukaan rute sudah diambil, termasuk penyediaan armada dan pembangunan halte baru.
Ia menegaskan layanan tersebut menjadi prioritas karena diproyeksikan akan banyak digunakan warga saat Lebaran.
Baca Juga: Pendaftaran SNBP 2026 Resmi Dibuka: Simak Aturan Domisili, Portofolio, dan Strategi Lolos PTN
"Saya sudah meminta sebelum menyambut Idulfitri, trayek ini sudah harus dibuka. Mudah-mudahan apakah di minggu keempat Februari atau awal bulan Maret nanti akan kami buka," kata Pramono kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Pada tahap awal, TransJakarta akan mengoperasikan 20 unit bus untuk melayani rute tersebut. Menurut Pramono, jumlah armada bisa ditambah bila respons masyarakat tinggi.
"Biasanya rute baru kita buka 20 unit. Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah," ujarnya.
Pramono memastikan pembangunan halte tetap berjalan meskipun layanan akan dibuka lebih dulu.
Politikus PDIP itu menilai standar layanan harus dijaga, terutama karena rute menuju Soekarno-Hatta juga digunakan wisatawan mancanegara.
"Ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia. Maka halte-haltenya harus dipersiapkan," ucapnya.
Baca Juga: Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, BMKG Catat Belasan Gempa Susulan hingga Pagi Ini
Rute Blok M–Soekarno-Hatta nantinya melayani tiga titik pemberhentian di bandara, yakni Terminal 1A, 1B, dan Terminal 3. Operasional akan dilakukan melalui kerja sama antara TransJakarta dan Angkasa Pura.
Sebelumnya, Pramono memastikan bahwa Pemprov Jakarta akan membuka layanan baru Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pekan depan.
"Minggu depan saya akan membuka rute baru dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta. Rute ini akan langsung dari Blok M ke Soekarno-Hatta," ujar Pramono di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Pramono mengatakan, keberhasilan layanan Transjabodetabek sebelumnya—mulai dari Alam Sutera–Blok M, PIK 2–Blok M, Bogor–Blok M hingga Ancol–Blok M—menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan transportasi massal yang nyaman dan terjangkau terus meningkat.
"Saya percaya dan berharap rute ini akan seperti rute Blok M–Bogor. Saat ini, hampir setiap hari bus di rute tersebut selalu penuh. Artinya, layanan ini akan efektif untuk mengurangi penggunaan transportasi pribadi seperti mobil," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









