PAM Jaya Diminta Fokus Ubah Status ke Perseroda Dahulu, Legislator Golkar: Jangan Buru-buru IPO

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, meminta PAM Jaya untuk menggencarkan sosialisasi kepada publik bahwa pihaknya tidak segera melakukan Initial Public Offering (IPO).
Dimaz menilai, seharusnya IPO dilakukan saat proses akhir setelah PAM Jaya berubah status dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) ke Perseroan Daerah (Perseroda).
"Betul, ini mungkin minim sosialisasi karena memang tadi saya bilang juga teman-teman sampaikan juga jangan langsung teriak-teriak IPO dulu karena IPO itu proses ending pada saat nanti setelah Perseroda," ujar Dimaz kepada wartawan, dikutip Sabtu (13/9/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, sebetulnya masih banyak cara untuk menarik finansial bagi perusahaan selain IPO.
Namun, menurutnya, masih banyak cara lain untuk mencari finansial tersebut. Saat ini, pihaknya meminta agar PAM Jaya fokus terlebih dahulu pada perubahan statusnya.
"Sebenarnya banyak kok cara-cara menarik finansial untuk bisa mengembangkan perusahaan selain IPO. Ini IPO salah satu bentuk, bentuk cara supaya kita bisa menarik uang dari publik," kata Dimaz.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Munjul Mangkrak Lebih dari 10 Tahun, Fraksi Golkar Minta Pemprov Segera Selesaikan
"Tapi masih banyak yang lain. Sekarang kita fokus dulu saja ke perubahan dari perumda ke Perseroda," imbuhnya.
Ketua Komisi C itu juga menuturkan, terkait dengan perubahan status Perumda ke Perseroda, perusahaan air minum lain di berbagai daerah juga sudah menerapkannya.
"Dan ini bukan yang pertama. Di beberapa daerah pun sudah berubah. Ada yang saya lihat di kota Bandung itu dari perumda juga. Jadi ini bukan barang baru," katanya.
Dengan itu, ia pun meminta kepada PAM Jaya untuk mensosialisasikan kepada publik bahwa perubahan status ini bukan diarahkan menuju komersil sepenuhnya.
"Sehingga ini harus dijelaskan kepada PAM Jaya bahwa ini bukan arahnya ke komersil full," harapnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT PAM Jaya, Arief Nasrudin, memastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif imbas perubahan status PAM Jaya dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) ke Perseroan Daerah (Perseroda).
"Dan saat ini juga tidak ada niatan dari perubahan hukum ini untuk kemudian jadi kemudian adanya kenaikan tarif itu tidak ada. Itu saya gak tau datangnya dari mana tetapi itu tidak benar gitu ya," ujar Arief. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






