Jakarta

Tak Hanya Transjabodetabek, Gubernur Pramono Juga Bakal Perluas Layanan Mikrotrans JakLingko ke Daerah Penyangga, Karena Antusiasme Warga Tinggi

Yasmina Nuha | 11 Juni 2025, 16:07 WIB
Tak Hanya Transjabodetabek, Gubernur Pramono Juga Bakal Perluas Layanan Mikrotrans JakLingko ke Daerah Penyangga, Karena Antusiasme Warga Tinggi

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung berencana akan memperluas layanan angkutan umum (angkot) Mikrotrans JakLingko ke berbagai daerah penyangga Kota Jakarta.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap antusiasme tinggi masyarakat dalam pengoperasian layanan Transjabodetabek.

"Sehingga kami memikirkan mikrotrans Jaklingko, itu nanti mungkin ya kalau tentunya para kepala daerah mau, itu lebih banyak beroperasi di daerah-daerah penyangga," ujar Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).

Baca Juga: Koalisi Ojol Nasional dan DPR Tolak Konvensi ILO, Tegaskan Status Ojol Sebagai Mitra

"Dan kalau itu mungkin mudah-mudahan akan memudahkan orang untuk naik kendaraan umum," imbuhnya.

Lebih lanjut, Pramono menyebut bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan kepala daerah di daerah penyangga terkait perluasan rute ini.

Ia mengatakan, para kepala daerah tersebut sudah setuju dengan perluasan ini, sebab semua persiapan perluasan ini dilakukan oleh Pemprov DKI.

"Sudah (dikomunikasikan). Ya karena Jakarta yang menyiapkan semuanya, semuanya setujulah," kata politikus PDIP itu.

Lebih lanjut, Pramono juga menyinggung terkait rute-rute Transjabodetabek yang memiliki antusias tinggi dari warga. Bahkan, ada yang meminta ke daerah yang jauh.

"Dari seluruh rute yang dibuka yang langsung tinggi banget adalah PIK 2-Blok M. Yang kedua adalah dari Bogor-Blok M. Yang ketiga adalah Alam Sutra-Blok M. Sekarang ada usulan buka dari Bandung Blok M, Cirebon Blok M, Surabaya Blok M," kata Pramono.

Baca Juga: Asyik! Gratis Masuk Ancol pada 10-20 Juni 2025, Perayaan HUT ke-498 Jakarta, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Ia pun berterima kasih kepada berbagai pihak yang mengusulkan untuk trayek-trayek baru itu sehingga punya antusiasme publiknya luar biasa.

"Bahkan kemarin berapa? Yang tertinggi? Untuk harian, pernah 5.800, pernah 4.000, kalau hari libur sebenarnya bisa diatas 6.000. Yang rute PIK, termasuk Alam Sutra. Apakah semua rute sesuai dengan harapan? Semuanya sesuai dengan target," tukasnya.

Bahkan, menurut Pramono, masyarakat terkejut melihat tarif Transjabodetabek rute Blok M-Bogor yang hanya Rp 3.500. Itu sangat murah.

"Nah, karena itu kami masih mengkaji, belum ada keinginan untuk merubah, tetapi memang biaya tertingginya, saya baru tahu kalau orang dari Bogor, dari Bekasi dan sebagainya, adalah naik ojeknya. Ketika naik ojek rata-rata 15.000-20.000," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.