Kerap Terjadi Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik, Pemprov Imbau Warga Lebih Berhati-hati dalam Penggunaannya

AKURAT JAKARTA - Kebakaran yang kerap terjadi di berbagai wilayah Jakarta, kebanyakan disebabkan oleh korsleting listrik.
Koordinatoriat Wartawan Balai Kota-DPRD DKI Jakarta pun menggelar diskusi bertema 'Tingkatkan Keamanan Listrik, Cegah Kebakaran di Jakarta' di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (18/9/2034).
Diskusi ini dihadiri Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan.
Selain itu, ada juga anggota DPRD DKI Jakarta, Mujiyono dan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Provinsi DKI Jakarta, Tirtamarta.
Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, kasus kebakaran yang terjadi sejak Januari-Agustus 2024 didominasi akibat korsleting listrik.
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) mengatakan, hal ini berdasarkan data yang dihimpun Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.
"Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa sepanjang Januari-Agustus 2024 terdapat 61,12 persen kejadian kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik," ujar Heru dalam keterangan videonya.
Heru mengimbau masyarakat agar semakin waspada terhadap potensi kebakaran, terutama karena korsleting listrik.
Ia pun meminta masyarakat untuk bijaksana dalam memakai listrik dan memastikan penggunaan peralatan listrik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Kemudian rutin melakukan pemeliharaan dan pembaruan instalasi listrik. Bersama kita tingkatkan perlindungan bagi warga dengan menciptakan lingkungan yang lebih aman serta tertib dari risiko kejadian kebakaran guna mendukung terwujudnya Jakarta Kota Global yang layak huni dan berkelanjutan," jelas Heru.
Sebagai langkah antisipasi, lanjut Heru, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk melakukan aksi seperti sosialisasi kebakaran kepada warga di seluruh wilayah Jakarta.
Ia pun menyambut inisiatif rekan-rekan media Balai Kota yang telah menyelenggarakan diskusi publik sebagai salah satu peningkatan kesadaran dalam mencegah kebakaran.
"Harapannya diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









