Isi Perjanjian Baru AS-Iran Bocor, Posisi Israel Kian Terjepit

AKURAT JAKARTA - Detail Nota Kesepahaman (MOU) terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam pertemuan di Swiss akhirnya bocor ke publik.
Perjanjian bilateral ini memicu guncangan politik besar di Tel Aviv setelah dokumen kesepakatan tersebut secara efektif mendepak Israel dari pengawasan wilayah Lebanon selatan.
Dalam dokumen MOU tersebut, AS dan Iran beserta sekutu mereka diwajibkan untuk mengakhiri segala bentuk permusuhan, termasuk menghentikan eskalasi militer di Lebanon.
Klausul ini dirancang demi mengembalikan integritas serta kedaulatan penuh wilayah Lebanon yang selama ini terganggu akibat operasi militer dan pendudukan tentara Israel.
Ancaman Selat Hormuz
Adapun negosiasi di Swiss pekan lalu dilaporkan berlangsung sangat alot.
Iran bahkan sempat menggunakan kartu as geografisnya dengan mengancam akan menutup total jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.
Teheran menegaskan bakal keluar dari meja perundingan jika AS membiarkan Israel melanjutkan agresi militernya di Lebanon.
Guna meredam ancaman tersebut, para pihak akhirnya sepakat membentuk struktur pengawasan keamanan baru bernama "sel dekonfliksi".
Menariknya, struktur baru ini melibatkan Iran dan Lebanon sebagai peserta langsung, didampingi AS, serta Pakistan dan Qatar sebagai pihak mediator.
Langkah ini menandai pergeseran geopolitik yang radikal.
Di mana pada mekanisme gencatan senjata November 2024 era Joe Biden, pengawasan ketat masih melibatkan Israel, Lebanon, AS, dan Prancis.
Namun, dalam kesepakatan terbaru di bawah pemerintahan Donald Trump kali ini, Israel justru terdepak sepenuhnya dan tidak dilibatkan sama sekali.
Baca Juga: Trump Berpaling ke Iran, Netanyahu Kalang Kabut Ditinggal Sendiri di Lebanon
Persempit Ruang Gerak Militer, Netanyahu Utus Utusan Darurat Gara-Gara 'Histeris'
Kesepakatan sepihak antara Trump dan Iran ini otomatis mengikis komitmen keamanan yang selama ini dipegang teguh oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Jika pada perjanjian akhir 2024 lalu Israel masih mengantongi hak bebas untuk melancarkan serangan preventif terhadap "ancaman yang baru muncul" dari Hizbullah, kini ruang gerak mereka dipersempit.
Di bawah pengawasan sel dekonfliksi baru, kebebasan bertindak Israel dikebiri dan hanya diizinkan jika menghadapi "ancaman yang benar-benar nyata dan seketika terjadi" (imminent threat).
Bagi kabinet Israel, klausul pembatasan di Lebanon ini jauh lebih menakutkan ketimbang isu pengayaan nuklir Iran.
"Bibi (Netanyahu) histeris mengenai hal itu," ungkap salah satu sumber diplomatik Israel.
Sebagai respons darurat, Netanyahu dilaporkan langsung mengutus orang kepercayaannya, Ron Dermer, untuk segera terbang dan membangun kontak dengan tim transisi Donald Trump di Washington.
Netanyahu berharap lobi menit-menit terakhir ini bisa memengaruhi klausul akhir kesepakatan AS-Iran.
Bagi Netanyahu, kehilangan kendali militer di Lebanon bukan hanya masalah keamanan nasional, melainkan juga pertaruhan politik domestik yang sangat krusial menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







