Jakarta

Gara-Gara Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, BoliviaTetapkan Status Darurat Nasional

Aisya Nur Aziza | 21 Juni 2026, 22:17 WIB
Gara-Gara Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, BoliviaTetapkan Status Darurat Nasional
Bolivia siap ambil langkah militer untuk akhiri kekacauan akibat aksi demo besar-besaran (REUTERS/Claudia Morales

AKURAT JAKARTA – Kondisi negara Bolivia di Amerika Selatan saat ini sedang genting.

Pemerintah setempat akhirnya resmi mengumumkan status keadaan darurat nasional.

Langkah drastis ini diambil oleh Presiden Rodrigo Paz setelah aksi demo besar-besaran menolak kenaikan harga barang berubah menjadi kekacauan politik.

Aksi protes ini sudah sangat kelewat batas.

Para pendemo nekat menutup dan memblokade jalan-jalan utama di berbagai kota.

Akibatnya, truk pengangkut barang tidak bisa lewat, toko-toko tutup, dan aktivitas ekonomi di negara itu langsung lumpuh total.

Gelombang demo ini digerakkan oleh kelompok buruh, petani, dan pendukung mantan presiden terdahulu.

Tuntutan mereka sekarang tidak cuma soal ekonomi lagi, tapi mereka sudah terang-terangan meminta Presiden Paz untuk turun dari jabatannya.

Baca Juga: Baru 3 Hari Damai, Selat Hormuz Ditutup dan Trump Ancam Sanksi Tarif

Makanan dan Obat Mulai Langka, 14 Orang Tewas

Lembaga pengawas pemerintah di Bolivia melaporkan, aksi penutupan jalan ini sudah berlangsung selama 50 hari.

Dampaknya sangat mengerikan: stok makanan, tabung gas/BBM, dan obat-obatan di rumah sakit mulai habis total karena pasokan macet.

Selain itu, bentrokan fisik yang terjadi selama 1,5 bulan terakhir ini dilaporkan sudah menelan korban jiwa sedikitnya 14 orang meninggal dunia.

Dalam pidato resminya, Presiden Rodrigo Paz mengatakan pemerintah tidak bisa tinggal diam melihat rakyatnya menderita.

"Saya terpaksa menetapkan Status Keadaan Darurat demi membuka kembali jalan-jalan yang ditutup," tegas Presiden Paz.

"Rakyat tidak boleh terus disandera oleh kelompok pendemo. Gara-gara blokade ini, warga jadi tidak bisa bekerja, sekolah, berobat, atau mencari nafkah untuk anak istri mereka," lanjutnya.

Dengan adanya status darurat ini, pemerintah menurunkan aparat kepolisian dan militer (tentara) untuk membubarkan blokade di jalanan secara tegas.

Menurut presiden, langkah militer ini adalah jalan terakhir karena jalur damai dan diskusi selalu ditolak oleh kelompok pendemo.

Apa Penyebab Utama Kekacauan Ini?

Presiden Rodrigo Paz sebenarnya baru menjabat selama 7 bulan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.