13 Kali Berganti Nama, Jakarta Menyimpan Kisah yang Jarang Diketahui

AKURAT JAKARTA - Dikenal sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta ternyata telah 13 kali berganti nama sepanjang perjalanan sejarahnya yang penuh cerita.
Setiap nama lahir karena berbagai faktor dan menjadi sejarah yang selalu melekat dengan kota metropolitan ini.
Bagi pecinta wisata sejarah, menelusuri perubahan nama Jakarta menjadi cara menarik untuk memahami perkembangan kota ini dari masa ke masa.
1. Sunda Kalapa
Sebelum menjadi ibu kota, kawasan ini dikenal sebagai Sunda Kalapa, pada masa Kerajaan Pajajaran.
Pelabuhan Sunda Kalapa menjadi pusat perdagangan yang ramai. Kapal dari berbagai daerah dan negara singgah untuk berdagang.
2. Jayakarta
Pada tahun 1527, Fatahillah berhasil mengalahkan Portugis dan kemudian mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.
Nama Jayakarta memiliki makna kemenangan yang sempurna.
3. Stad Batavia
Pada tahun 1621, Jayakarta diubah menjadi Stad Batavia oleh VOC dan kemudian banyak bangunan kolonial lahir pada masa ini.
Batavia berkembang menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan Belanda di Asia.
4. Gemeente Batavia
Memasuki abad ke-20, Batavia memperoleh status pemerintahan lokal dan berganti menjadi Gemeente Batavia.
Baca Juga: Terlihat Sepele, Kesalahan Pendaki Pemula Ini Ternyata Bisa Membahayakan Pendakian
=====
5. Stad Gemeente Batavia
Pada tahun 1935, pemerintah kolonial kembali mengubah status wilayah dengan mengganti nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
Perubahan ini lebih berkaitan dengan sistem pemerintahan.
6. Tokubetsu Shi
Saat Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, Batavia berganti nama menjadi Jakaruta Tokubetsu Shi.
Dengan berubahnya nama, sistem pemerintahan juga mengikuti aturan militer Jepang.
7. Pemerintahan Nasional Kota Jakarta
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, nama kota berubah menjadi Pemerintahan Nasional Kota Jakarta.
Perubahan ini menjadi simbol lahirnya pemerintahan Indonesia.
8. Stad Gemeente Batavia
Ketika Belanda kembali datang, nama Batavia sempat digunakan lagi.
Perubahan tersebut tidak berlangsung lama karena situasi politik yang terus berubah.
9. Kota Praja Jakarta
Pada tahun 1950, nama Kota Praja Jakarta mulai digunakan untuk menegaskan identitas kota dalam negara yang merdeka.
Jakarta perlahan berkembang sebagai pusat pemerintahan nasional.
Baca Juga: Dari Adrenalin hingga Tren Viral, Ini Alasan Makanan Pedas Digemari
=====
10. Kota Praja Djakarta Raya
Perkembangan kota yang semakin pesat melahirkan nama Kota Praja Djakarta Raya pada tahun 1960.
Status ini menunjukkan peran Jakarta sebagai daerah tingkat satu dan dipimpin oleh seorang gubernur.
11. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya
Tahun 1961, Jakarta memperoleh status sebagai daerah khusus ibu kota negara.
Status tersebut memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional.
12. Jakarta
Melalui aturan pada tahun 1964, nama resmi Jakarta mulai digunakan dan bertahan hingga sekarang.
Wilayah Jakarta kemudian berkembang menjadi lima kota administrasi.
13. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Pada tahun 1999, nama pemerintah daerah berubah menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Status ini mengatur sistem pemerintahan Jakarta yang berbeda dari provinsi lain.
Perubahan 13 nama Jakarta menunjukkan panjangnya perjalanan kota ini bersama sejarahnya.
Setiap nama menjadi saksi pergantian kekuasaan, budaya, dan sistem pemerintahan yang pernah hadir.
Dari pelabuhan kerajaan hingga ibu kota modern, Jakarta menyimpan kisah panjang yang layak untuk terus dikenang dan dipelajari. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







