Jakarta

Daftar Elektronik yang Rawan Rusak Akibat Pemadaman Listrik Berulang, Televisi hingga AC Inverter

Anggerhana Denni Rahmawati | 21 Juni 2026, 21:15 WIB
Daftar Elektronik yang Rawan Rusak Akibat Pemadaman Listrik Berulang, Televisi hingga AC Inverter
Ilustrasi listrik padam.

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini pemadaman listrik masih kerap terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dan menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga dapat memperpendek usia pakai sejumlah perangkat elektronik di rumah.

Banyak orang mengira kerusakan elektronik hanya disebabkan oleh faktor usia atau pemakaian yang terlalu lama.

Padahal, proses listrik yang mati lalu kembali menyala secara tiba-tiba juga dapat memberikan tekanan pada komponen elektronik.

Risiko kerusakan biasanya meningkat ketika aliran listrik kembali masuk setelah terjadi pemadaman.

Pada saat itu dapat terjadi lonjakan tegangan sesaat yang membuat perangkat elektronik menerima arus dalam jumlah lebih besar dari kondisi normal.

Dalam dunia kelistrikan, kondisi tersebut dikenal sebagai voltage dip, short interruption, dan transient overshoot.

Ketiga kondisi itu dapat memengaruhi kinerja perangkat elektronik yang memiliki komponen sensitif terhadap perubahan tegangan.

Setiap kali listrik kembali menyala, perangkat elektronik juga mengalami inrush current atau arus awal masuk yang nilainya lebih tinggi dibandingkan saat beroperasi normal.

Jika kondisi tersebut terjadi berulang dalam waktu yang lama, komponen elektronik dapat mengalami penurunan kualitas hingga kerusakan permanen.

Berikut beberapa perangkat elektronik yang paling rentan mengalami kerusakan akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang kali.

1. Televisi LED dan OLED

Televisi modern termasuk perangkat yang cukup sensitif terhadap perubahan tegangan listrik yang terjadi secara mendadak.

Saat listrik kembali menyala, bagian power supply harus menerima arus awal yang cukup besar untuk mengaktifkan seluruh sistem.

Jika terjadi berulang, komponen seperti kapasitor dan rangkaian pengatur daya berisiko mengalami kerusakan lebih cepat.

Gejala yang sering muncul antara lain televisi sulit menyala, layar bermasalah, atau bahkan mati total.

Baca Juga: Mau ke BXSea Tanpa Antre? Begini Cara Pesan Tiket Online yang Praktis dan Cepat

=====

2. Komputer Desktop

Komputer desktop membutuhkan suplai listrik yang stabil agar seluruh komponen dapat bekerja dengan baik.

Pemadaman listrik mendadak dapat menghentikan proses kerja komputer sebelum data tersimpan dengan sempurna.

Selain berisiko merusak perangkat keras, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kehilangan data penting yang sedang diproses.

3. Laptop dan Adaptor

Pada laptop, bagian yang paling rentan terdampak gangguan listrik biasanya adalah adaptor atau charger.

Ketika listrik kembali menyala dengan lonjakan tegangan, adaptor harus menyesuaikan arus dalam waktu singkat.

Tekanan yang terjadi secara berulang dapat mempercepat kerusakan komponen di dalam adaptor daya.

4. Modem dan Router Internet

Modem dan router merupakan perangkat yang umumnya bekerja selama dua puluh empat jam tanpa henti.

Karena terus aktif, perangkat ini membutuhkan pasokan listrik yang stabil untuk menjaga kinerja tetap optimal.

Siklus mati dan menyala yang terlalu sering dapat memicu panas berlebih pada komponen daya di dalam perangkat.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan koneksi internet menjadi tidak stabil hingga perangkat rusak.

5. AC Inverter

AC inverter menggunakan rangkaian elektronik khusus untuk mengatur kinerja kompresor secara otomatis.

Baca Juga: Mau ke BXSea Tanpa Antre? Begini Cara Pesan Tiket Online yang Praktis dan Cepat

=====

Teknologi tersebut membuat AC inverter lebih efisien, tetapi juga lebih sensitif terhadap gangguan listrik.

Ketika listrik kembali menyala, komponen inverter dapat menerima tekanan akibat lonjakan arus awal yang cukup besar.

Jika terjadi berulang, performa sistem inverter dapat menurun dan berisiko mengalami kerusakan.

6. Kulkas Inverter

Kulkas inverter juga termasuk perangkat rumah tangga yang membutuhkan suplai listrik stabil setiap saat.

Lonjakan tegangan yang muncul setelah pemadaman dapat memengaruhi komponen pengendali dan sistem inverter.

Kerusakan pada bagian tersebut biasanya membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Untuk mengurangi risiko kerusakan, pengguna dapat memasang surge protector, stabilizer, atau UPS pada perangkat tertentu.

Selain itu, mencabut perangkat dari stop kontak saat terjadi pemadaman berulang juga dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Dengan perlindungan yang tepat, risiko kerusakan akibat gangguan listrik dapat diminimalkan sehingga usia pakai perangkat elektronik menjadi lebih panjang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.