Jakarta

Baru 3 Hari Damai, Selat Hormuz Ditutup dan Trump Ancam Sanksi Tarif

Aisya Nur Aziza | 21 Juni 2026, 21:22 WIB
Baru 3 Hari Damai, Selat Hormuz Ditutup dan Trump Ancam Sanksi Tarif

AKURAT JAKARTA – Belum genap seminggu setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian damai, situasi di Timur Tengah kembali bergejolak.

Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman akan memberlakukan bea masuk bagi seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz jika perundingan final dengan Iran berujung gagal.

Ancaman tersebut disampaikan Trump saat menghabiskan akhir pekan di Camp David.

Menurut Trump, draf awal perjanjian sebenarnya memberikan jaminan bebas bea bagi kapal-kapal di jalur minyak dunia itu selama 60 hari.

Namun, aturan main bisa berubah jika kesepakatan permanen tidak tercapai.

Trump berkilah, bahwa uang hasil penarikan bea masuk tersebut nantinya akan digunakan sebagai ganti rugi atas peran militer AS yang selama ini menjadi "Malaikat Pelindung" bagi keamanan di Timur Tengah.

Respons Kilat Iran: Selat Hormuz Langsung Diblokade

Mendengar ancaman tersebut, Iran langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup total jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Pihak militer Iran mengelak bahwa pemblokiran ini merupakan respons atas serangan udara Israel yakni sekutu dekat AS ke wilayah Lebanon Selatan.

Teheran menilai aksi militer Israel tersebut telah mengangkangi poin-poin kesepakatan damai yang baru saja ditandatangani bersama Washington.

Melalui stasiun televisi pemerintah, militer Iran menegaskan bahwa penutupan selat ini baru langkah awal.

Jika serangan di Lebanon terus berlanjut, mereka siap mengambil tindakan yang lebih ekstrem untuk memaksa lawan mematuhi perjanjian.

Ironisnya, ketegangan baru ini meledak tepat saat utusan diplomatik AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss untuk melanjutkan negosiasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.