Mojtaba Khamenei Tegaskan Iran Lindungi Teknologi Nuklir dan Rudal dari Ancaman AS

AKURAT JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan komitmen Teheran untuk melindungi pencapaian strategisnya di sektor nuklir dan teknologi rudal.
Pernyataan keras ini disampaikan dalam peringatan Hari Teluk Persia, Kamis (30/4/2026), di tengah meningkatnya tensi hubungan dengan Amerika Serikat (AS).
Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa seluruh kapabilitas industri dan ilmiah yang dimiliki Iran, mulai dari bioteknologi hingga teknologi roket, merupakan kekayaan nasional yang tidak bisa diganggu gugat oleh pihak asing.
Baca Juga: Pernyataan Keras Mojtaba Khamenei atas Wafatnya Kepala Intelijen IRGC dalam Serangan AS-Israel
"Sembilan puluh juta warga Iran menganggap semua potensi asli—dari teknologi nano dan bioteknologi hingga teknologi nuklir dan roket—sebagai kekayaan negara," tegas Khamenei dalam pidatonya.
Dia menambahkan bahwa Iran akan mempertahankan pencapaian tersebut dengan cara yang sama seperti mereka menjaga kedaulatan perbatasan darat, laut, dan udara.
Ketegangan ini semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan provokatif di Gedung Putih.
Trump bersikeras bahwa Washington akan mengamankan persediaan uranium milik Iran, yang saat ini diperkirakan mencapai 400 kilogram dengan tingkat pemurnian di atas 60 persen.
“Kami ingin mendapatkannya. Kami akan mengambilnya dengan cara apa pun. Mereka akan memberikannya kepada kami atau kami akan mengambilnya,” ujar Trump dengan nada mengancam.
Menurutnya, upaya mengambil alih aset nuklir Iran tersebut tidak akan menjadi hal yang sulit bagi militer AS.
Pernyataan saling serang antara kedua pemimpin ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi nuklir yang telah lama terhenti. Meski batas waktu telah diperpanjang, belum ada titik temu permanen untuk mengakhiri konflik panjang antara Teheran dan Washington.
Sejumlah laporan diplomatik menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai gestur kerja sama.
Namun, di saat yang sama, Iran meminta agar negosiasi terkait program nuklir ditunda ke tahap selanjutnya, sebuah langkah yang ditentang keras oleh pemerintahan Trump.
Peringatan Hari Teluk Persia sendiri merupakan momentum nasional di Iran untuk mengenang sejarah pengusiran pasukan kolonial Portugis dari wilayah selatan negara itu empat abad silam.
Kini, di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei, semangat perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai "ancaman kolonial baru" kembali digelorakan untuk melindungi Marwah teknologi dan kedaulatan bangsa.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



