Jakarta

Israel Desak AS Lancarkan Serangan Militer Komprehensif ke Iran, Tolak Diplomasi Trump

Yusuf Doank | 28 Februari 2026, 04:39 WIB
Israel Desak AS Lancarkan Serangan Militer Komprehensif ke Iran, Tolak Diplomasi Trump
Israel Desak AS Lancarkan Serangan Militer Komprehensif ke Iran

AKURAT JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru seiring dengan semakin dekatnya tenggat waktu 15 hari yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terrkait kesepakatan nuklir.

Israel dilaporkan tengah gencar menekan Washington untuk mengambil tindakan militer komprehensif terhadap Iran daripada melakukan langkah terbatas atau kembali ke meja diplomasi.

Tel Aviv menganggap kompromi diplomatik apa pun sebagai hasil terburuk yang hanya akan memperkuat posisi Teheran di kawasan.

Baca Juga: Waspada! Virus Super Flu yang Sebabkan Kematian Ribuan Orang Di Amerika Kini Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes Catat 62 Kasus, Ini Sebarannya

Pejabat tinggi Israel menuntut agar tindakan militer yang diambil tidak hanya menyasar fasilitas nuklir, tetapi juga melumpuhkan teknologi rudal balistik serta jaringan proksi Iran.

Bahkan, Israel secara terbuka mengharapkan serangan tersebut dapat memicu perubahan rezim di Teheran.

Kekhawatiran mendalam menyelimuti Tel Aviv bahwa Trump mungkin akan mengejar "kesepakatan cepat" yang dangkal—mirip dengan pengaturan yang dilakukan dengan kelompok Houthi—yang justru memberikan napas finansial bagi Iran tanpa menyentuh ancaman rudal balistiknya.

Di sisi lain, laporan dari Majalah Politico mengungkapkan adanya strategi politik tertentu di lingkungan Gedung Putih.

Sejumlah pejabat berpendapat akan lebih menguntungkan secara politik jika Israel yang memulai tindakan militer terlebih dahulu.

Skenario ini diprediksi akan memicu pembalasan dari Iran, yang kemudian dapat dijadikan pembenaran hukum dan moral bagi keterlibatan militer AS secara lebih luas dengan dalih membela sekutu yang diserang.

Strategi "Israel-first" ini sengaja dirancang untuk meredam keengganan publik Amerika Serikat yang mulai lelah dengan keterlibatan dalam perang di Timur Tengah.

Meskipun jajak pendapat menunjukkan warga Amerika mendukung perubahan rezim di Iran, mereka tetap sangat waspada terhadap risiko jatuhnya korban jiwa dari pihak AS.

Dengan membingkai keterlibatan AS sebagai respons pertahanan atas serangan terhadap Israel, pendekatan ini dinilai lebih dapat diterima oleh publik domestik Amerika sembari tetap mengejar target strategis untuk melemahkan kekuatan Iran secara permanen.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y