Fenomena Gerhana Bulan Total Bakal Hiasi Langit Indonesia di Tengah Bulan Ramadan

AKURAT JAKARTA - Masyarakat Indonesia akan disuguhi fenomena astronomi langka bertepatan dengan suasana syahdu bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Gerhana Bulan Total atau yang populer disebut Blood Moon diprediksi akan menghiasi langit nusantara pada Selasa (3/3/2026).
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa fenomena ini dapat dinikmati oleh masyarakat secara langsung.
Baca Juga: Fenomena Langka Gerhana Matahari Cincin Bakal Sambangi Indonesia pada 17 Februari 2026
Menariknya, Gerhana Bulan Total ini cukup aman untuk diamati dengan mata telanjang maupun diabadikan melalui kamera ponsel tanpa alat bantu khusus.
Meski terjadi di seluruh wilayah Indonesia, masyarakat hanya dapat menyaksikan fase-fase akhir dari gerhana ini.
Hal tersebut dikarenakan waktu terbitnya Bulan purnama di cakrawala bertepatan dengan dimulainya proses Gerhana Bulan Total.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Malam Ini, Berikut Jadwal Lengkap dan Link Live Streaming
Secara teknis, Blood Moon terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada garis sejajar yang sempurna. Dalam konfigurasi ini, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Cahaya matahari yang seharusnya mencapai permukaan Bulan terhalang sepenuhnya oleh atmosfer Bumi.
"Pada kondisi tersebut, Bulan tidak menjadi gelap total, melainkan tampak berwarna jingga kemerahan atau merah gelap. Inilah alasan mengapa fenomena ini kerap dijuluki sebagai Blood Moon," tulis laporan BRIN dalam keterangannya.
Menurut data Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Gerhana Bulan Total ini akan memiliki durasi penampakan yang berbeda di berbagai belahan dunia:
Asia Timur & Australia: Terlihat pada malam hari. Samudra Pasifik: Berlangsung sepanjang malam. Amerika (Utara, Tengah, & Barat): Tampak pada dini hari. Asia Tengah: Hanya terlihat sebagian (parsial). Eropa & Afrika: Tidak dapat menyaksikan fenomena ini.
Bagi umat Islam di Indonesia, fenomena alam ini juga menjadi momentum untuk melaksanakan ibadah Sunnah Shalat Gerhana (Khusuf) di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







