Jakarta

Kecelakaan Maut di Pademangan, Pemotor Tewas Tergilas Truk Kontainer Usai Terpeleset

Yusuf Doank | 6 April 2026, 09:09 WIB
Kecelakaan Maut di Pademangan, Pemotor Tewas Tergilas Truk Kontainer Usai Terpeleset
Ilustrasi. Kecelakaan Maut di Pademangan, Pemotor Tewas Tergilas Truk Kontainer Usai Terpeleset

AKURAT JAKARTA – Kecelakaan maut di ruas Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, kembali menelan korban jiwa.

Pengendara sepeda motor berinisial A (26) dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dan tergilas roda truk kontainer pada Sabtu (4/4/2026).

Insiden tragis ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur logistik Jakarta Utara yang kerap melibatkan interaksi antara kendaraan roda dua dan armada trailer.

Baca Juga: Kecelakaan Maut, Satu Pejalan Kaki Tewas Diserempet Truk di Jalur Nagreg

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami faktor penyebab jatuhnya korban, termasuk kondisi permukaan jalan di lokasi kejadian.

Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat luka parah yang diderita.

"Kecelakaan ini terjadi saat arus lalu lintas di kawasan tersebut sedang didominasi kendaraan besar," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah timur menuju barat.

Setibanya di dekat Pasar Kepiting, sepeda motor yang dikendarai korban diduga terpeleset hingga menyebabkan keseimbangan hilang dan korban terjatuh ke sisi kanan.

Pada saat yang bersamaan, sebuah truk trailer bernomor polisi B 9429 UIW yang dikemudikan oleh K melaju searah di samping kanan motor korban.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, korban tidak dapat menghindari posisi kendaraan berat tersebut dan tergilas oleh roda belakang bagian kiri truk.

Pihak kepolisian telah mengamankan pengemudi truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Selain itu, petugas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan menjaga jarak aman saat berada di sekitar kendaraan besar yang memiliki titik buta (blind spot) luas, guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y