Tiga Orang Tewas Akibat Longsor TPST Bantargebang, Pemprov DKI Segera Lakukan Operasi Tanggap Darurat

AKURAT JAKARTA – Sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat peristiwa longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat menyusul insiden tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan operasi tanggap darurat segera dilakukan begitu laporan kejadian diterima.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau Banjir di 15 Kecamatan, Siagakan Pompa hingga Berikan Bantuan Logistik
Fokus utama penanganan adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun material longsor.
"Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran," kata Asep dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
DLH juga menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data sementara, tiga korban meninggal dunia yakni Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Sudin LH Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25) yang berprofesi sebagai pemulung.
Selain korban meninggal, satu pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet mengalami luka ringan. Ia telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat dan saat ini sudah diperbolehkan pulang.
Dalam proses penanganan, DLH mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang.
Asep menyebut, hingga saat ini tim masih melakukan proses evakuasi kendaraan yang terdampak longsor. Dari total tujuh truk yang tertimbun, lima unit telah berhasil dievakuasi, sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi.
Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator serta dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi.
DLH juga memastikan hak para korban akan dipenuhi. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan korban luka ditanggung pemerintah daerah.
"Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan. Sementara biaya pengobatan bagi korban luka akan ditanggung oleh pemerintah daerah," ujar Asep.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan memberikan santunan sosial kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang tidak berstatus PJLP.
Di sisi lain, langkah stabilisasi area longsor juga langsung dilakukan guna mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar kondisi kembali aman untuk operasional.
DLH memastikan pelayanan pengelolaan sampah Jakarta tetap berjalan selama proses penanganan berlangsung.
Salah satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari untuk menjaga ritase truk sampah dari Jakarta, sementara dua titik lainnya masih dalam tahap perapihan.
Namun untuk sementara, DLH meminta jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di wilayah DKI Jakarta menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai.
"Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman," kata Asep. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






